Kerusakan kabel pada mobil listrik tentu tidak bisa dianggap sepele.
Selain berpotensi mengganggu sistem kelistrikan, kondisi ini juga bisa memicu korsleting yang dalam kasus tertentu berujung pada risiko kebakaran.
Menurut Gofar, meski sistem mobil listrik sudah dilengkapi teknologi pemantauan seperti Battery Management System (BMS), bukan berarti semua potensi gangguan bisa dicegah sepenuhnya.
"Sistem memang bisa mendeteksi anomali, tapi kalau kabel sudah rusak secara fisik, tetap harus ada pengecekan langsung. Ini yang sering luput," ucapnya.
Karena itu, pemilik mobil listrik disarankan untuk lebih waspada, terutama jika kendaraan jarang digunakan atau parkir dalam waktu lama.
Lingkungan parkir yang kotor, lembap, atau dekat dengan sumber makanan bisa meningkatkan potensi kehadiran tikus.
Sebagai langkah pencegahan, pemilik dapat rutin memeriksa kondisi ruang mesin dan kolong kendaraan, serta menjaga kebersihan area parkir.
Jika diperlukan, penggunaan pengusir tikus atau pelindung tambahan pada kabel juga bisa menjadi solusi untuk meminimalkan risiko.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR