GridOto.com - Produsen motor listrik lokal, Davigo, menilai meningkatnya ketegangan geopolitik global berpotensi memicu lonjakan harga energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM).
Situasi ini disebut dapat menekan daya beli masyarakat serta biaya operasional transportasi di Indonesia.
Selain itu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap BBM membuat masyarakat rentan terhadap dinamika global.
General Manajemen Davigo, Aprizal, mengatakan bahwa harga BBM sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik internasional sehingga berdampak langsung pada biaya mobilitas masyarakat.
“Ketika harga BBM sangat dipengaruhi dinamika global, maka masyarakat Indonesia berada dalam posisi rentan. Motor listrik menjadi solusi untuk memutus ketergantungan tersebut,” ujar Aprizal dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Ia menilai kendaraan listrik menawarkan struktur biaya operasional yang lebih stabil dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil, terutama ketika harga energi global mengalami fluktuasi.
Biaya pengisian listrik untuk penggunaan harian motor listrik disebut hanya sekitar Rp 6 ribu.
Dengan biaya tersebut, kendaraan listrik dinilai menjadi alternatif yang lebih efisien, khususnya bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Kondisi ini dinilai semakin relevan bagi segmen pekerja seperti pengemudi ojek online maupun kurir logistik yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya bahan bakar.
Baca Juga: Motor Listrik vs Bensin, Polytron Klaim Selisih Biaya Tembus Rp 4,4 Juta Per Tahun
Selain faktor efisiensi, Davigo juga menilai penguatan industri motor listrik nasional memiliki dampak strategis terhadap ketahanan energi Indonesia.
Sebagai produsen lokal, Davigo menyebut beberapa produknya telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen.
“Transisi ke kendaraan listrik bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal kemandirian energi nasional dan stabilitas ekonomi,” kata Aprizal.
Dari sisi produk, motor listrik Davigo dibekali baterai lithium dengan teknologi NMC maupun LFP serta motor berkekuatan 2.000 watt.
Motor tersebut diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 160 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Bahkan kendaraan ini disebut telah diuji menempuh perjalanan Jakarta–Bandung tanpa perlu melakukan pengisian ulang.
Untuk memperluas akses masyarakat, Davigo juga menawarkan skema kepemilikan fleksibel melalui program sewa milik atau rent-to-own yang memungkinkan pengguna memiliki motor listrik dengan biaya harian yang lebih terjangkau.
Di tengah ketidakpastian kondisi global, Davigo juga mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan yang dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
“Kondisi saat ini harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Dengan dukungan yang tepat, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan terhadap energi impor,” tutup Aprizal.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR