Melansir CarNewsChina, investasi ini difokuskan pada pengembangan elektrifikasi, sistem baterai, serta infrastruktur pengisian daya, meskipun margin keuntungan sedang tertekan.
Dalam ekspansi globalnya, BYD terus memperluas lini produk dan meningkatkan volume ekspor. Perusahaan juga meluncurkan teknologi baterai terbaru, Blade Battery 2.0 dengan Flash Charging 2.0 pada 5 Maret 2026.
Teknologi ini memungkinkan pengisian daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu sekitar 5 menit, dan dari 10 persen ke 97 persen dalam 9 menit pada kondisi standar.
Pengembangan infrastruktur pengisian cepat ini berjalan seiring dengan peningkatan target ekspor BYD pada 2026 menjadi 1,5 juta unit, naik sekitar 15 persen dari target sebelumnya.
Kenaikan target ini menunjukkan fokus perusahaan pada pasar luar negeri untuk menopang pertumbuhan di tengah persaingan domestik yang ketat.
Sementara itu, penjualan NEV domestik BYD sempat turun 41 persen pada Februari 2026.
Baca Juga: Sesama MPV Listrik, Lebih Kencang Wuling Darion EV Atau BYD M6?
Penurunan ini terutama dipengaruhi faktor musiman terkait libur panjang di Tiongkok, dan terjadi sebelum peluncuran Blade Battery 2.0, sehingga lebih mencerminkan fluktuasi jangka pendek daripada perubahan permintaan secara struktural.
Ke depan, ekspansi infrastruktur pengisian daya serta peluncuran teknologi baterai baru diharapkan dapat mendukung stabilitas permintaan.
Secara keseluruhan, kinerja BYD pada 2025 menunjukkan kombinasi antara pengurangan tenaga kerja, pertumbuhan pendapatan, serta investasi teknologi yang berkelanjutan.
Posisinya di jajaran 10 besar produsen otomotif global, ditambah peluncuran teknologi baterai generasi terbaru dan peningkatan target ekspor, mencerminkan strategi perusahaan dalam menyeimbangkan efisiensi biaya dan ekspansi internasional.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR