GridOto.com - Presiden Prabowo Subianto busung dada di depan para pebisnis Jepang.
Orang nomor satu di Indonesia itu yakin tahun ini Solar B50 bisa tercapai.
Ia menargetkan akan meningkatkan bauran Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel menjadi 50 persen (B50) pada tahun ini.
Hal itu diucapkannya di saat menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo, (30/3/26).
"Tahun ini kami akan memproduksi minyak diesel dari minyak sawit, dan sekarang (sedang) meningkatkan produksi minyak diesel dari minyak sawit dari 40 persen menjadi 50 persen," tutur Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden,(31/3/26).
Selain biodiesel, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk pengembangan bioetanol sebagai campuran bahan bakar bensin.
Begitu pun biofuel dari singkong, gula, dan jagung.
"Dengan upaya-upaya ini, kita akan berada dalam posisi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian apa pun yang ada," ucap Prabowo.
Prabowo mengungkapkan, transformasi energi Indonesia tidak berhenti sampai di situ.
Indonesia berencana mengejar target ambisius pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 Gigawatt (GW) dalam kurun waktu tiga tahun.
Baca Juga: Resmi BBM Jenis Solar Campuran Minyak Sawit Berlaku, Ini Penjelasannya
Lalu, mentransformasi kendaraan berbahan bakar bensin dengan kendaraan berbasis listrik.
Hal ini mengingat masih ada sekitar 114 juta motor yang bergantung pada BBM.
Ia mengeklaim, rencana itu dapat diwujudkan mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan.
"Ini adalah salah satu hal yang diharapkan akan berubah sangat cepat dengan transformasi ke kendaraan listrik, sehingga kita akan memiliki pertahanan yang kuat terhadap ketidakpastian pasokan global," tutur dia.
Lebih lanjut Prabowo menyampaikan, rencana ini semakin mendesak mengingat kondisi geopolitik semakin tidak menentu.
Salah satunya ketika perang di Timur Tengah berkecamuk dan menghambat jalur minyak dunia.
"Bagi kami, ini lebih mendesak karena situasi geopolitik di Timur Tengah yang menimbulkan ketidakpastian strategis, demi keamanan energi kami. Oleh karena itu, kami bertekad untuk meningkatkan apa pun yang kami miliki dan mengamankan energi terbarukan dan ramah lingkungan," tandas Prabowo.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR