GridOto.com- Ban mobil yang sudah aus parah biasanya menunjukkan tanda yang bisa dilihat secara kasat mata.
Salah satu yang paling berbahaya adalah munculnya kawat atau benang penguat di permukaan ban.
Kondisi ini menandakan lapisan karet sudah habis dan ban tidak lagi aman digunakan.
GridOto mencoba menghubungi toko ban untuk mengetahui sejauh mana batas aman penggunaan ban jika dilihat secara bentuk visual.
“Kalau sudah kelihatan kawatnya, itu sudah sangat bahaya. Jelas harus langsung diganti, udah nggak bisa ditunda,” ujar Hari Permana, pemilik toko ban RSK Garage.
Baca Juga: Ban Mobil Kempis Massal di Monas Viral, Pengunjung Merasa Dijebak Jukir Liar
Ban dalam kondisi tersebut sangat berisiko pecah saat digunakan, terutama di kecepatan tinggi.
Selain itu, suhu jalan yang panas juga bisa mempercepat kerusakan ban yang sudah tipis.
Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi tapak ban.
Jika permukaan ban sudah sejajar dengan indikator TWI (Tread Wear Indicator), artinya batas aman sudah terlewati.
“Kalau sudah kena TWI, jangan dipakai jauh-jauh, apalagi buat perjalanan jauh,” lanjutnya.
Baca Juga: Ini Yang Harus Kalian Lakukan Saat Ban Mobil Bekas Bocor Halus Pasca Lebaran
Selain itu, retakan pada dinding ban juga menjadi indikasi karet sudah getas.
Kondisi ini biasanya terjadi karena usia pakai yang sudah cukup lama.
Ban yang retak berisiko pecah meskipun tapaknya masih terlihat tebal.
Karena itu, pengecekan kondisi ban secara rutin penting dilakukan untuk menjaga keselamatan berkendara.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR