Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Terminal Terboyo Jadi Ladang Calo, Penumpang Bus Kena Getok Harga Tiket Selangit

Ferdian - Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi situasi Terminal Terboyo, Semarang
Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Ilustrasi situasi Terminal Terboyo, Semarang

Empat calo tiket bus di terminal Terboyo berhasil diamankan polisi
Istimewa/POLRESTABES SEMARANG
Empat calo tiket bus di terminal Terboyo berhasil diamankan polisi

Besaran mark up pun bervariasi, tergantung korban yang menjadi sasaran.

Fenomena calo di kawasan Terboyo Semarang bukanlah hal baru.

Meski statusnya kini bukan lagi terminal penumpang utama, lokasi itu dinilai masih sering dijadikan sebagai “terminal bayangan” oleh bus AKAP dan AKDP.

Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh para calo untuk mengincar penumpang, terutama pemudik yang enggan menuju terminal resmi seperti Terminal Mangkang karena jarak yang lebih jauh.

Modus yang digunakan pun beragam. Mulai dari menawarkan tiket dengan harga melonjak hingga 50–100 persen, hingga memberikan tiket tidak resmi atau “polosan” tanpa stempel yang berpotensi tidak diakui oleh kru bus.

Hal itu juga menjadi sorotan di internet dari unggahan dari akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang pada Jumat (27/3/2026).

Postingan tersebut mengangkat kisah seorang penumpang yang hampir menjadi korban calo saat hendak bepergian ke Rembang bersama dua anaknya.

Dia ditawari tiket seharga Rp95.000 per orang dan diminta membayar di muka.

Baca Juga: Bikin Kecele, Anak Usia Segini Ternyata Sudah Wajib Bayar Tiket Bus

Penumpang tersebut menolak dan memilih membeli tiket langsung di bus resmi, sehingga terhindar dari kerugian.

Unggahan itu juga disertai ilustrasi bernada kritik sosial, yang menggambarkan kondisi Terboyo sebagai “ladang calo” dan mempertanyakan peran pemerintah dalam menertibkan praktik ilegal tersebut.

Tulisan seperti “Waspada Calo!!” hingga “Di mana pemerintah?” menjadi bentuk kekecewaan publik terhadap situasi yang dinilai terus berulang tanpa solusi tuntas.

Menanggapi kejadian itu, pihak kepolisian berharap penindakan yang dilakukan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku.

Selain itu, masyarakat khususnya pemudik diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur tawaran tiket dari calo.

“Kami harapkan ada efek jera kepada para calo tiket agar tidak mengulangi perbuatannya.

Para pemudik lebih berhati-hati serta mengecek kebenaran ongkos tiket sesuai tuslah ke agen resmi bus,” tegas Iptu Bambang.

Polisi juga menyarankan agar masyarakat menggunakan terminal resmi seperti Terminal Mangkang atau Terminal Penggaron, maupun memanfaatkan pembelian tiket secara online melalui aplikasi resmi perusahaan otobus.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa