GridOto.com - Ramai pengelola rumah susun dan apartemen melarang membawa baterai motor listrik ke dalam untuk pengisian daya.
Alasannya adalah potensi risiko kebakaran.
Salah satunya viralnya sebuah video di media sosial menunjukkan insiden baterai motor listrik yang terbakar di dalam lift yang diduga terjadi di China.
Menanggapi itu, CEO Indomobil Emotor Pius Wirawan menjelaskan tidak semua baterai motor listrik memiliki karakteristik yang sama.
"Menurut saya, yang terjadi itu, kalau kita bicara baterai, ada yang lithium dan lead acid. Lithium ada dua, yakni nickel atau yang kita sebut NCM dan LFP. LFP juga turunannya banyak, seperti LFP dan LMO," jelas Pius di Jakarta, akhir pekan lalu menukil Kompas.com.
"Menurut saya, yang terjadi itu NCM. Memang karakter nikel itu memiliki densitas atau kepadatan daya yang jauh lebih besar, sekitar 50–70 persen lebih padat," paparnya.
"Artinya, untuk mendapatkan total 2,45 kWh, misalnya baterai kita butuh dimensi 35 x 20 x 20, maka bisa menjadi 35 x 20 x 12, lebih padat," ungkap Pius.
Baca Juga: Proses Charging Baterai Motor Listrik Pasti Melambat di 80 Menuju 100 Persen, Ini Sebabnya
Secara sederhana, baterai dengan teknologi NCM memang menawarkan performa lebih tinggi dan ukuran yang lebih ringkas.
Namun, di sisi lain, karakteristiknya lebih sensitif terhadap panas dan benturan dibandingkan jenis LFP.
Sebaliknya, baterai LFP umumnya dikenal lebih stabil dan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik, meski ukuran dan bobotnya cenderung lebih besar.
Karena itu, penting bagi pengguna motor listrik untuk memahami jenis baterai yang digunakan, sekaligus mengikuti aturan yang berlaku di lingkungan tempat tinggalnya.
"Namun, NCM ini banyak dipakai untuk yang tarikannya kencang karena dischargenya lebih tinggi. Tapi memang sifatnya lebih sensitif, ada friksi bisa terbakar, panas juga bisa terbakar," beber Pius.
Di sisi lain, pengelola hunian diharapkan dapat menyediakan solusi, seperti area khusus pengisian daya yang aman, sehingga kebutuhan penghuni tetap terpenuhi tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR