GridOto.com – GAC Indonesia memastikan akan memperluas portofolio produknya di pasar otomotif nasional dengan menghadirkan model bermesin internal combustion engine (ICE), atau mobil konvensional.
Langkah ini menandai perubahan strategi dari pabrikan asal China tersebut.
Karena, sebelumnya GAC Indonesia hanya memasarkan kendaraan listrik murni melalui lini produk Aion dan Hyptec di Tanah Air.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, mengatakan keputusan menghadirkan model bermesin konvensional didasari oleh kondisi pasar otomotif Indonesia yang masih beragam, terutama dari sisi adopsi kendaraan listrik.
Menurutnya, penggunaan mobil listrik saat ini masih terkonsentrasi di kota-kota besar.
“Karena kan ketika kami lahir di Indonesia, kami tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta. Kalau kita bisa lihat, pengguna EV terbesar siapa sih? Hanya di kota-kota besar aja di Indonesia, dan terutama adalah Jakarta,” ujar Andry.
Ia menambahkan, ekspansi ke segmen ICE juga bertujuan menjangkau konsumen di luar kota besar, khususnya wilayah tier dua yang infrastrukturnya belum sepenuhnya mendukung penggunaan kendaraan listrik.
Dengan menghadirkan mobil bermesin konvensional, GAC Indonesia ingin tetap menghadirkan kualitas produk mereka kepada calon konsumen di berbagai daerah.
“Selain itu supaya customer kami, atau prospek calon customer kami yang ada di luar kota, mungkin di kota-kota tier dua, tetap bisa merasakan kualitas dari produk GAC Aion,” lanjutnya.
Baca Juga: Info A1, Bos GAC Spill Produk Baru di Indonesia pada 2026, Ada 2 MPV 7-Seater dan 2 SUV
Andry juga menjelaskan, kehadiran model ICE akan dibawa melalui merek utama GAC, berbeda dengan lini Aion dan Hyptec yang fokus pada kendaraan listrik.
“Tentunya kami harus memprovide teknologi yang tidak hanya EV, makanya kami sudah mulai masuk logo GAC karena itu, kalau Aion, Hyptec, pasti EV. Tapi dengan adanya GAC, itu segala teknologi ada,” jelasnya.
Melalui strategi ini, GAC Indonesia berharap dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan teknologi mereka ke lebih banyak konsumen di Tanah Air.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR