Hal ini yang bisa menyebabkan mesin mudah panas dan overheat tidak bisa dihindari.
Ada baiknya gunakan busi sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pabrikan.
2. Sistem Pendingin
Ini kasus paling sering menjadi penyebab utama mesin overheat adalah sistem pendingin.
Sistem pendingin bekerja dibantu oleh banyak komponen yang saling berkalitan.
"Bila salah satu komponen seperti thermostat atau pompa radiator bermasalah maka akan membuat pendinginan mesin menjadi tidak optimal," tambah Andy yang bengkelnya di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.
Selain itu juga cairan pendingin atau air radiator juga penting untuk diperhatikan.
Biasanya, sistem pendingin bermasalah sering muncul pada mobil yang sudah berumur.
3. Sensor Bermasalah
Penyebab mesin mobil mudah overheat juga bisa disebabkan dari sensor-sensor mesin yang bermasalah.
Seperti sensor oksigen, water temperature sampai intake air temperature merupakan sensor pada mesin yang juga bertugas memberikan input ke ECU (Electronic Control Unit) untuk mengatur semprotan bahan bakar.
Sensor-sensor tersebut akan memberikan sinyal ke ECU dan mengatur kembali debit bahan bakar yang diberikan.
"Bila ada sensor yang mengalami kerusakan maka bacaan sensor tersebut tidak akurat, bisa saja input ke ECU untuk memberikan semprotan bahan bakar yang lebih sedikit," sebutnya.
Bila semprotan bahan bakar sedikit, bukan tidak mungkin mesin akan mengalami overheat karena kebutuhan bakan bakar tidak sesuai dengan permintaan mesin yang sebenarnya.
Baca Juga: Daftar Harga Mobil Bekas Toyota Avanza 2015-2016 Jelang Lebaran
| Editor | : | ARSN |
KOMENTAR