GridOto.com - Polresta Palangka Raya menangani kasus langka di dekat rumah dinas Gubernur Kalimantan Tengah.
Yakni maling pecah kaca yang menyasar empat mobil sekaligus di lokasi yang sama, (10/3/26) kemarin.
Polisi sudah melakukan olah TKP, tepatnya di Jalan Brigjen Katamso, kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, (11/3/26) ini.
Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Dedy Supriadi menjelaskan, sebanyak empat unit mobil yang terparkir di kawasan tersebut menjadi sasaran tindak pidana tersebut.
"Empat unit mobil yang menjadi sasaran curat bermodus pecah kaca telah kita lakukan Olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti beserta keterangan para saksi dan korban, yang saat ini telah dilakukan penyelidikan oleh Satreskrim Polresta Palangka Raya," jelas Dedy kepada awak media, (3/11/26) mengutip Kompas.com.
Abrar mengungkapkan, aksi pencurian tersebut menyebabkan empat korban selaku pemilik masing-masing mobil mengalami kerugian materiil, baik itu kerugian akibat kaca mobil pecah hingga kehilangan barang berharga dan uang tunai yang tersimpan di dalamnya.
"Pelaku mengambil tas berisi uang tunai sebesar Rp 1.700.000,00 dari dalam mobil milik korban DY (31) dan satu unit laptop dari dalam mobil milik korban AU (50), sedangkan mobil milik korban AT (26) dan R (65) hanya mengalami kerugian materiil akibat pecah kaca," papar Dedy.
Baca Juga: Detik-detik Mobil Jadi Target Maling Modus Pecah Kaca, Polisi Sebut Ada Titik Terang
Alex Uria Atmaja, satu di antara korban mengatakan, ia memarkir mobil di lokasi kejadian sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat itu dirinya tengah menghadiri kegiatan sosialisasi Kartu Huma Betang Sejahtera di rumah dinas Gubernur Kalteng.
"Saya menghadiri sosialisasi Kartu Huma Betang Sejahtera, karena parkir penuh diarahkan ke sini (lokasi kejadian)," ujar Alex saat ditemui di lokasi mengutip Kompas.com.
Alex membeberkan, saat kegiatan selesai sekitar pukul 12.30 WIB dan hendak pulang, ia mendapati banyak orang mengerubungi mobilnya.
"Saya juga tidak tahu awalnya, ada banyak orang di sini," ucapnya.
Dirinya mengungkapkan, pelaku membawa kabur sebuah laptop.
Meski harga barangnya tak seberapa, menurut Alex banyak dokumen penting di dalam laptop tersebut.
"Mungkin sekitar puluhan juta rupiah," bebernya.
Alex mengaku, tak ada orang yang mencurigakan saat ia memarkir mobilnya.
Hal yang sama juga disampaikan, Antonoius, korban lainnya di Jalan D.I. Panjaitan.
Beruntung, tak ada barang berharga yang dibawa maling dengan modus pecah kaca mobil tersebut.
Padahal, menurut Antonius, laptopnya berada di kursi depan mobil.
"Padahal ada laptop tapi tidak diambil, tapi tas dan dasbor mobil dibuka," jelasnya.
Saat ini, pelaku masih belum diketahui. Tim Inafis Polresta Palangka Raya telah tiba di lokasi untuk mengumpulkan alat bukti.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR