GridOto.com - Sebelum mudik, pemilik mobil harus tahu nih dua penyebab oli transmisi matic di mobil bekas kesayangannya bisa berkurang.
Yap, mobil transimsi matic masih menggunakan pelumasan untuk meminimalkan gesekan dan kinerja transmisi itu sendiri.
Oli transmisi matik ini juga memiliki kapasitas yang berbeda-beda setiap mobil layaknya oli mesin.
Namun jangan salah, oli transmisi matik juga bisa menyusut atau berkurang layaknya oli mesin lho.
Oli transmisi matik yang berkurang cukup banyak akan berdampak negatif bagi kinerja transmisi matik itu sendiri.
Saat GridOto.com bertanya dengan Andy Santoso atau akrab disapa Kode pemilik bengkel Bengkel Mobil 77 di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat, dirinya menyebutkan bahwa betul oli transmisi matik bisa berkurang.
"Penyebabnya itu yang paling umum adalah jadwal ganti oli transmisi yang terlewat jauh dan dipaksakan terus dipakai dan mobil yang sering dipergunakan di kondisi panas dan macet," buka Kode.
"Jadwal penggantian oli transmisi matik yang telat faktor yang paling terbesar," tambahnya.
Hal ini karena oli transmisi matik yang sudah terlalu jenuh dan kandungan viskositas dan aditifnya sudah rusak dipaksakan terus digunakan.
Saat mesin panas maka oli akan mudah sekali menguap.
"Saya sarankan ganti dan kuras setiap 30.000 sampai 40.000 kilometer sekali untuk menghindari oli habis," sebutnya.
Mobil yang seting melewati jalan macet dan di cuaca panas juga bisa menjadi pemicu oli transmisi berkurang.
Namun, pengurangan oli transmisinya biasanya tidak signifikan.
Hal ini karena panas dari mesin yang merembet ke transmisi akan ikut membuat oli transmisi sedikit menguap.
Akan lebih baik lakukan cek rutin sebelum mudik Lebaran agar volume oli transmisi matik enggak berkurang jauh.
Itu dia dua penyebab oli transmisi matik mobil bekas bisa berkurang.
Baca Juga: Daftar Harga Mobil Bekas Mitsubishi Xpander 2021, Mulai Rp 100 Jutaan
| Editor | : | ARSN |
KOMENTAR