GridOto.com - Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Changan Automobile, resmi mendapatkan persetujuan akses produk untuk teknologi Autonomous Driving Level 3 (L3) dari China Ministry of Industry and Information Technology (MIIT).
Persetujuan ini menjadikan Changan sebagai salah satu merek otomotif asal China pertama yang memperoleh lisensi untuk sistem pengemudian otonom bersyarat tersebut.
Dengan izin ini, salah satu mobil penumpang Changan dapat mengoperasikan mode mengemudi otonom satu lajur di jalan tol dan jalan layang tertentu di Chongqing, China.
Teknologi ini dirancang untuk mengambil alih kendali kendaraan secara otomatis dalam kondisi kemacetan lalu lintas, dengan batas kecepatan maksimal hingga 50 km/jam.
Implementasi awalnya difokuskan pada sejumlah ruas jalan strategis di kota tersebut, termasuk inner ring expressway dan jalur lingkar dalam baru, sebelum nantinya diperluas secara bertahap.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan teknologi kendaraan cerdas.
“Pencapaian Changan Automobile sebagai salah satu brand otomotif Tiongkok pertama yang meraih lisensi Autonomous Driving Level 3 merupakan tonggak penting, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi perkembangan industri otomotif global. Ini membuktikan bahwa inovasi berbasis arsitektur SDA yang dikembangkan Changan telah memenuhi standar keamanan dan regulasi yang ketat,” ujar Setiawan melalui keteranganya, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan kendaraan pintar yang aman dan relevan untuk konsumen di Indonesia.
“Kami di Changan Indonesia tentu sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian ini, karena menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan teknologi kendaraan cerdas yang aman, terpercaya, dan relevan bagi konsumen Indonesia di masa depan,” lanjutnya.
Baca Juga: Baterai Dibekukan sampai Minus 40 Derajat, Changan Klaim Tetap Stabil Tanpa Drama
Untuk mendapatkan lisensi tersebut, Changan menjalani proses pengujian sistem yang cukup panjang.
Total jarak tempuh uji coba di jalan raya dunia nyata disebut telah mencapai lebih dari 5 juta kilometer.
Dalam proses pengembangan, perusahaan memetakan 185 kategori skenario mengemudi, termasuk berbagai kondisi ekstrem yang melampaui tolok ukur regulasi hingga 49 persen.
Data teknis perusahaan juga menunjukkan sistem tersebut mampu menangani satu skenario risiko kompleks setiap 38,9 kilometer dalam batasan kondisi operasional yang telah ditentukan.
Teknologi ini dikembangkan menggunakan kerangka Software Defined Architecture (SDA) yang mengintegrasikan proses mulai dari desain sistem hingga produksi massal kendaraan.
Pengembangannya juga mengedepankan pendekatan keselamatan berbasis closed-loop safety system yang mencakup empat pilar utama, yakni functional safety, Safety of the Intended Functionality (SOTIF), cybersecurity, dan keamanan data.
Sebagai sistem Level 3, teknologi ini memungkinkan kendaraan mengambil alih tugas mengemudi pada kondisi tertentu, namun pengemudi tetap harus siap mengambil alih kendali bila diperlukan.
Untuk mendukung operasionalnya, Changan juga mengoperasikan platform pemantauan kendaraan berbasis cloud yang telah berjalan selama 18 bulan.
Platform tersebut bekerja selama 24 jam untuk memantau risiko siber maupun operasional kendaraan, sekaligus memberikan peringatan dini jika terdeteksi potensi gangguan.
Baca Juga: Ini Kelebihan Yang Bikin Konsumen Suka Setelah Test Drive Changan Lumin dan Deepal S07
Saat ini, Changan menyebut tingkat akurasi laporan dan keberhasilan peringatan keselamatan dari sistem tersebut mencapai 100 persen.
Sebagai informasi, Changan telah memproduksi lebih dari 30 juta unit kendaraan secara global.
Perusahaan juga mengoperasikan jaringan riset dan pengembangan di enam negara dan sepuluh lokasi, dengan lebih dari 24.000 tenaga profesional dari 31 negara.
Dalam tiga tahun terakhir, investasi R&D yang dilakukan perusahaan mencapai lebih dari 60 miliar yuan dengan lebih dari 14.000 permohonan paten yang diajukan.
Pencapaian lisensi Autonomous Driving Level 3 ini menjadi salah satu langkah Changan dalam mengembangkan teknologi kendaraan cerdas yang lebih aman dan efisien di masa depan.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR