GridOto.com - Pada awal Februari, Daihatsu telah meluncurkan Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai di Jepang sebagai mobil listrik pertamanya.
Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai menjadi komitmen nyata Daihatsu mengembangkan teknologi kendaraan ramah lingkungan yang relevan.
Untuk harga, Daihatsu e-Hijet Cargo dibanderol mulai dari 3.146.000 yen atau setara dengan Rp 338,5 juta (kurs 1 yen = Rp 107,6).
Sedangkan Daihatsu e-Atrai meluncur dengan banderol 3.465.000 yen atau setara dengan Rp 372,8 juta.
Nah membahas spesifik e-Atrai, mobil ini sejatinya versi mewah dari Daihatsu e-Hijet dengan fitur lebih lengkap.
Baca Juga: Mengintip Spek Daihatsu Gran Max 4x4 di Jepang, Pas Buat Kopdes
Hal ini mencerminkan Daihatsu Atrai sebagai versi mewah dan lebih mutakhir dari Hijet dengan fokus pada kenyamanan pengemudi dan penumpang.
Salah satu elemen yang membedakan Hijet dan Atrai adalah dari segi mesin di mana Atrai hanya hadir dengan mesin flagship.
Mesin KF series Atrai mendapatkan imbuhan turbo dan intercooler, sehingga mesin tiga silinder 658 cc tersebut bisa memiliki tenaga 63 dk dan torsi 91 Nm.
Tenaga dan torsi mesin disalurkan ke roda belakang atau sistem penggerak empat roda lewat transmisi otomatis CVT.
Berganti ke e-Atrai, Daihatsu sematkan versi listriknya dengan resep e-Axle yang menarik.
Baca Juga: Ini Daftar Harga Mobil Bekas Daihatsu Xenia 2007 Jelang Lebaran, Mulai Rp 50 Jutaan
Unit kompak terpasang di as belakang e-Atrai mampu memiliki output yang sama dengan mesin turbo, tapi dengan torsi 126 Nm.
Torsi yang lebih instan ini tentu memberikan e-Atrai rasa berkendara tidak kalah asyik dari mesin turbo.
Tetapi satu kelemahan utama e-Atrai adalah ia belum tersedia dalam penggerak semua roda.
Sehingga untuk konsumen yang tinggal di daerah dengan medan menantang, Atrai mesin turbo dengan 4WD masih menjadi pilihan utama.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR