GridOto.com - Adu spek pikap Koperasi Desa (Kopdes) impor Mahindra Scorpio Pikup melawan Mitsubishi Triton HDX, lebih oke siapa?
Kabar mengenai impor mobil niaga untuk keperluan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih hangat diperbincangkan.
Impor tersebut dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan rincian sebanyak 105.000 unit dari India.
Salah satu pikap yang diimpor oleh Agrinas untuk KDKMP adalah Mahindra Scorpio Pikup.
Varian pickup dari Mahindra Scorpio S6 ini ditujukan khusus untuk pasar ekspor dan memenuhi kebutuhan bisnis.
Baca Juga: Pikap Kopdes Impor, Mitsubishi Bilang Sanggup Produksi Dalam Negeri
Secara langsung, Mahindra Scorpio Pikup berhadapan langsung dengan pikap double cabin ataupun single cabin yang standar dengan 4x4 lainnya.
Salah satunya adalah Mitsubishi Triton HDX yang saat ini dibanderol mulai dari Rp 398,95 juta.
Keduanya sama-sama menjadi andalan untuk bisnis terkait dengan perkebunan atau pertambangan, meskipun bisa juga dipakai untuk koperasi desa.
Nah bagaimana dengan spesifikasi masing-masing? Mahindra Scorpio Pik Up hadir dengan mesin empat silinder turbo diesel mHawk berkapasitas 2.179 cc.
Mesin yang basisnya adalah Peugeot DW12 tersebut mampu melontarkan tenaga 140 PS dan torsi puncak 320 Nm.
Baca Juga: Ini 4 Kelebihan Mitsubishi Triton Buat Tampil Gagah dan Off-road, Cek Harganya per Januari 2026
Mahindra Scorpio Pik Up juga mendapatkan transmisi 6-percepatan manual yang terhubung pada sistem penggerak 4x4.
Sementara Mitsubishi Triton HDX hadir dengan mesin turbo diesel 4N16 2.442 cc bertenaga 110 PS dan bertorsi 200 Nm.
Tenaganya paling kecil di lini produk Triton, tetapi mesin Triton HDX sudah disesuaikan dengan kondisi lapangan yang seringkali tidak memiliki akses BBM berkualitas tinggi.
Ia juga memiliki transmisi 5-percepatan manual dan penggerak 4x4 dengan aktuasi tuas atau lever type serta rear differential lock.
Satu sisi Mahindra punya keunggulan dari segi tenaga, sedangkan di sisi lain Triton HDX tawarkan ketangguhan dan keandalan di medan menantang.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR