GridOto.com – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) lewat tim Yamaha Racing Indonesia menegaskan keseriusannya menghadapi musim balap 2026.
Hal ini disampaikan Johannes B.M. Siahaan, Assistant General Manager CS Division YIMM, dalam pemaparan program motorsport Yamaha tahun 2026 yang dilangsungkan di Jakarta, hari ini (27/2/2026).
Untuk level internasional, Yamaha menyiapkan Arai Agaska yang musim lalu menjadi runner-up FIM R3 World Cup 2025 untuk naik kelas
“Pada 2026, Arai akan naik kelas ke ajang World Sportbike dengan mengandalkan Yamaha R7. Langkah ini menjadi bagian dari jenjang pembinaan berkelanjutan Yamaha menuju level dunia,” buka Johannes.
Lalu pindah ke gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC), Yamaha yang turun di dua kelas utama mengincar target tinggi di tahun ini.
Baca Juga: MT-07 Dibuat di Indonesia, Tapi Kok Enggak Dijual? Yamaha Akhirnya Kasih Penjelasan
Pada kelas Supersport 600, Wahyu Nugroho dan Faerozi kembali dipercaya Yamaha setelah mencetak banyak podium sepanjang 2025.
“Targetnya jelas, menambah koleksi podium sekaligus membidik gelar juara umum di kelas Supersport 600,” yakin Johannes.
Sementara di kelas Asia Production 250 (AP250), Yamaha menurunkan Chandra Hermawan dan Fadil Kusafi dengan misi yang sama yakni menjadi juara umum musim 2026.
Johannes menegaskan, kejuaraan Asia menjadi jembatan penting untuk mencari dan mematangkan talenta sebelum melangkah ke level dunia.
Khusus 2026, Yamaha juga mengikuti All Japan Championship bersama Wahyu Nugroho di kelas 600 cc.
Baca Juga: Yamaha Berikan Update Soal Motor Listrik Mereka, Ini Alasan Belum Dijual
Tujuannya untuk meningkatkan skill dan pengalaman balap di level kompetisi yang lebih ketat.
Hal ini dilakukan karena Yamaha ingin benar-benar serius membangun fondasi kuat di kelas Supersport.
Untuk pembalap muda, Yamaha menurunkan Sabian Fathul Ilmi (13 tahun) di ajang R3 Blu cRU Asia Pacific.
“Kami juga menerapkan program pembinaan sejak dini, dengan target pembalap di bawah 15 tahun sudah terbiasa menunggangi Yamaha R3,” tutur Johannes.
Strategi ini dilakukan agar pembalap Indonesia bisa lebih siap dan matang saat meniti jenjang kejuaraan dunia.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR