Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Terang Doang Enggak Cukup, AES Bongkar Rahasia Kuasai Pasar Lampu Aftermarket

M. Adam Samudra - Selasa, 24 Februari 2026 | 09:11 WIB
Projie biled BullAES terbaru S500
Isal/GridOto.com
Projie biled BullAES terbaru S500

Jika sebelumnya 6000K ke atas diminati karena terlihat putih terang, kini konsumen mulai memilih rentang 5000–5700K yang dinilai lebih aman saat hujan dan kabut.

“Lampu bukan cuma soal terang. Beam pattern, cut-off, dan lux efektif itu jauh lebih penting dari angka marketing,” jelas Hosta.

Online Tumbuh, Workshop Tetap Penting

Penjualan melalui marketplace meningkat pesat untuk kebutuhan awareness. Namun untuk produk seperti Bi-LED projector, instalasi tetap memerlukan workshop.

Proses pemasangan presisi, kalibrasi cahaya, hingga edukasi pengguna dinilai krusial agar lampu tidak menyilaukan dan tetap sesuai regulasi.

Hosta juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lux, lumen, dan Kelvin.

“Sejak awal kami fokus pada beam pattern yang aman dan warna yang fungsional di berbagai cuaca. Bukan sekadar angka besar untuk marketing," ucapnya.

Peluang 2026 dan Era Mobil Listrik

Pertumbuhan kendaraan dan meningkatnya kesadaran keselamatan membuat pasar lampu aftermarket dinilai masih sangat potensial hingga 2026.

Baca Juga: Yamaha RX-King Tergeletak Digulung Api, Pengendara Misterius Kabur Usai Insiden

Perkembangan kendaraan listrik juga membuka peluang baru.

Sistem kelistrikan EV membutuhkan efisiensi tinggi dan stabilitas daya.

“Perkembangan mobil listrik di Indonesia cukup cepat, dan di lapangan sudah banyak yang upgrade ke aftermarket seperti AES,” ungkapnya.

Ekspansi dan Tantangan Produk Murah

AES mengklaim telah merambah sejumlah pasar internasional seperti Malaysia, Rusia, Vietnam, Filipina, Pakistan, dan India.

“Brand Asia bisa global. Beberapa negara melihat perkembangan lampu di Indonesia sebagai referensi," tuturnya.

Terkait maraknya produk murah tanpa standar, Hosta menilai edukasi konsumen menjadi kunci.

“Customer harus sadar kalau AES bukan brand fomo. Kami sudah sejak lama fokus pada inovasi lampu kendaraan yang bisa dibuktikan. Produk murah biasanya tersingkir oleh pengalaman buruk," jelas Hosta.

Baca Juga: Supra dan NMAX Pensiunan TNI Berakhir Gosong, Api Mengamuk saat Sahur

Garansi Jadi Bukti Komitmen

Menurut Hosta, garansi dan layanan purna jual memegang peran krusial dalam membangun kepercayaan.

“Garansi adalah bukti kepercayaan brand terhadap produknya sendiri. Kami selalu berkomitmen tinggi dalam pelayanan garansi," tuurnya.

Ia juga menekankan bahwa edukasi masih menjadi pekerjaan rumah besar di industri ini.

"Kami selalu camkan ke customer dan dealer bahwa kita menjual keselamatan. Nyawa dan kendaraan itu sangat berharga," sambung pria ramah inu.

Brand Lokal Bisa Kalahkan Global?

Menjawab peluang brand lokal menyaingi merek global dalam 3-5 tahun ke depan, Hosta optimistis.

“Bukan hanya mampu, sudah terjadi. Brand yang mengerti pasar, cepat beradaptasi, dan konsisten pada kualitas akan menang, tanpa melihat asal negara," tutupnya.

Dengan perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta meningkatnya kesadaran keselamatan, pasar lampu aftermarket Indonesia diprediksi masih akan terus bersinar bukan sekadar terang, tetapi juga lebih aman.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa