GridOto.com - Menjalani rutinitas di bulan Ramadan memang punya tantangan tersendiri, termasuk saat berkendara di jalan raya.
Kondisi perut kosong dan tenggorokan yang haus ternyata nggak cuma bikin lemas, tapi juga bisa bikin konsentrasi menurun drastis.
Kalau konsentrasi atau fokus sudah terganggu, risiko kecelakaan tentu bakal meningkat.
Hal itu seperti yang pernah dijabarkan oleh Muhammad Ali Iqbal selaku Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta.
"Kondisi berkendara saat bulan puasa memang berbeda dan hal ini diperlukan konsentrasi yang baik. Tetap fokus dalam berkendara dan selalu cari aman saat berkendara. Kondisi haus dan lapar juga bisa menyulut emosi sehingga lebih susah untuk dikontrol," kata dia.
Makanya, agar perjalanan tetap aman sampai tujuan, ia pun juga berbagi tips agar fokus bisa tetap terjaga selama menjalani puasa.
Sahur Adalah Kunci
Jangan lewatkan sahur, pastikan kamu mengonsumsi makanan dengan nutrisi tinggi tapi jangan berlebihan karbohidrat supaya tidak cepat mengantuk.
Yang paling penting, penuhi kebutuhan air putih saat sahur agar tubuh tidak dehidrasi, terutama kalau harus berkendara di bawah terik matahari siang hari.
Baca Juga: Tak Perlu Turun Halte, Transjakarta Perbolehkan Buka Puasa di Bus
Jangan Pelit Waktu Istirahat
Selain tidur malam yang cukup, manfaatkan waktu siang hari untuk power nap alias tidur singkat selama 15-20 menit.
Ini ampuh buat memulihkan kondisi badan.
Kalau kamu sedang menempuh perjalanan jauh, pastikan istirahat setiap dua jam sekali supaya konsentrasi tetap tajam.
Atur Rute Perjalanan
Biar nggak makin stres di jalan, rencanakan rute perjalananmu.
Sebisa mungkin hindari titik kemacetan tinggi atau jam sibuk lalu lintas.
Dengan merencanakan rute, perjalanan jadi lebih efektif dan kamu bisa memprediksi potensi bahaya yang mungkin muncul.
Jaga Mindset Positif dan Toleransi
Sadari bahwa bukan cuma kamu yang sedang lemas atau emosional.
Selalu berpikir positif dan jaga toleransi sesama pengguna jalan.
Jangan memaksakan diri kalau stamina sudah mulai turun drastis, lebih baik berhenti sejenak daripada memaksakan jalan tapi pikiran sudah tidak fokus.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR