Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ini Batas Toleransi Telat Ganti Oli Mesin Mobil Berdasarkan Jarak dan Waktu

Fahmy Fauzy Muhammad - Kamis, 19 Februari 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi ganti oli mesin mobil bekas
Dok.Otomotif
Ilustrasi ganti oli mesin mobil bekas

GridOto.com - Batas toleransi ganti oli mesin mobil umumnya 500–1.000 km dari jadwal, atau telat maksimal 1–2 bulan, namun sebaiknya tidak sering dilanggar.

Batas toleransi ganti oli mesin sering dianggap sepele, padahal melewati jadwal terlalu jauh dapat berdampak langsung pada performa dan usia mesin.

Secara umum, penggantian oli mesin dilakukan setiap 5.000 hingga 10.000 kilometer tergantung jenis oli dan rekomendasi pabrikan.

Untuk keterlambatan berdasarkan jarak tempuh, batas toleransi yang masih dianggap aman berada di kisaran 500 hingga 1.000 kilometer dari jadwal seharusnya.

“Masih bisa ditoleransi sedikit, tapi jangan kebiasaan. Lewat 1.000 km dari anjuran itu sudah terlalu jauh dan risikonya ke mesin,” ujar Deni Sulaeman, pemilik bengkel DS Auto Service di Cimuncang, Kota Bandung, Jawa Barat.

Efek Telat Ganti Oli Mesin Nggak Langsung Terasa, Tapi Jangka Panjang!
FahmyFM/GridOto.com
Efek Telat Ganti Oli Mesin Nggak Langsung Terasa, Tapi Jangka Panjang!

Baca Juga: Ganti Oli Mobil Lubricant, Konsumen Bisa Dapat Rp 70 Juta Hingga Emas 5 Gram

Hal tersebut juga dijelaskan dan dikonfirmasi oleh Auto2000 dari halaman website resminya.

Artinya, jika interval penggantian berada di 10.000 km, maka sebaiknya jika telat tidak melewati 11.000 km dalam kondisi normal.

Namun untuk mobil dengan beban kerja berat seperti sering terjebak macet, toleransi sebaiknya tidak lebih dari 500 kilometer.

Kondisi lalu lintas padat membuat oli bekerja lebih keras karena mesin berada dalam suhu operasional lebih lama.

Selain jarak tempuh, batas toleransi juga berlaku berdasarkan waktu pemakaian.

Proses ganti oli mobil
FahmyFM/GridOto.com
Proses ganti oli mobil

Baca Juga: Awal Bulan atau Akhir Bulan, Ganti Oli Pertamina Sama-Sama Dapat Cuan

Idealnya, oli diganti setiap enam bulan sekali meskipun jarak tempuh belum terpenuhi.

Untuk keterlambatan waktu, toleransi maksimal berada di kisaran satu hingga dua bulan setelah melewati batas waktu yang dianjurkan.

Misalkan penggantian oli mesin dianjurkan setiap enam bulan pemakaian, toleransinya bisa digunakan maksimal hingga 8 bulan.

Mobil yang jarang digunakan tetap wajib mengganti oli maksimal satu tahun sekali karena oli yang mengendap tetap bisa teroksidasi dan kehilangan daya pelumasannya.

Karena ada risiko besar terhadap kondisi komponen mesin, sebaiknya hindari keterlambatan dalam penggantian oli mesin mobil.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa