Kedua model tersebut sudah lebih dulu meluncur di Thailand, padahal versi mesin bensinnya (ICE) justru melakukan debut global di Indonesia.
Sebagai catatan, Mitsubishi Xpander generasi terbaru pertama kali diperkenalkan secara world premiere di Indonesia pada 2017.
Begitu pula Xforce yang menjalani debut global di Tanah Air pada 2023.
Artinya, secara historis Indonesia memiliki posisi penting dalam pengembangan dua model tersebut.
Adapun secara spesifikasi, Mitsubishi Xpander Hybrid yang dipasarkan di Thailand mengusung mesin MIVEC 1.590 cc yang dipadukan dengan motor listrik.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 70 kW atau 94 dk dan torsi 134 Nm.
Sedangkan motor listriknya bertenaga 85 kW atau 114 dk dan torsi 255 Nm.
Calon kompetitor Veloz Hybrid ini punya empat mode berkendara yaitu Normal, Wet, Gravel, Tarmac, dan Mud.
Mode hybridnya juga lebih komprehensif karena tidak hanya memiliki mode EV Priority, tapi juga Charge Mode.
Baca Juga: Mitsubishi L100 Absen di IIMS 2026, Sudah Berhenti Dijual di Indonesia?
Fitur unggulan lainnya adalah Active Yaw Control, salah satu fitur stabilitas berkendara khas Mitsubishi yang efektif memberikan pengendalian lebih mantap.
Sementara itu, Mitsubishi Xforce Hybrid di Thailand menggunakan pendekatan serupa dengan mesin MIVEC 1.590 cc yang dikombinasikan motor listrik dan baterai.
Mesinnya mampu melontarkan tenaga 79 kW atau 106 dk dan torsi puncak 134 Nm.
Sedangkan motor listriknya mengeluarkan tenaga 85 kW atau 114 dk dan torsi 255 Nm.
Jika benar Xpander Hybrid atau Xforce Hybrid yang akan diboyong ke Tanah Air, langkah ini bisa menjadi strategi penting Mitsubishi dalam menjaga daya saing di tengah tren elektrifikasi yang semakin masif.
Menarik untuk ditunggu, model hybrid apa yang akhirnya dipilih MMKSI untuk mengaspal di Indonesia pada semester kedua 2026 nanti.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR