Menurut Goodman, praktik serupa kerap muncul saat kawasan Kota Tua ramai, terutama pada akhir pekan atau ketika arus lalu lintas padat.
Kondisi itu dimanfaatkan pelaku untuk menawarkan jalur pintas kepada pengendara.
“Mereka manfaatkan ketika situasi lagi ramai hari libur atau lagi macet. Mereka manggilin orang buat lewat situ. Tapi memang salahnya, mereka meminta duit,” ujar Goodman.
Ia menambahkan, Satpol PP sebenarnya rutin berjaga di lokasi hingga sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, kepadatan pengunjung saat akhir pekan sering dimanfaatkan pelaku. “Kami sudah coba pantau, tapi kucing-kucingan,” kata dia.
Terkait besaran uang yang diminta, Goodman menyebut nilainya tidak tetap.
“Ya tentatif sih. Tapi kalau itu, kita tahulah pasarannya berapa biasanya,” ujar dia.
Setelah video tersebut beredar, Satpol PP memastikan akan meningkatkan pengawasan dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kecamatan Tamansari untuk menempatkan petugas secara rutin. “
Baca Juga: Nestapa Pekerja Jerambah Pelabuhan Gilimanuk, Sodorkan Karcis Rp 4.000 Dituding Pungli
Saya sudah berkoordinasi dengan Dishub Kecamatan Tamansari. Nanti anggota kita setiap hari, bahkan sampai malam, akan berjaga di sana,” kata Goodman.
Sebelumnya, dugaan pungli ini terekam kamera warga dan diunggah akun Instagram @jakarta.terkini. Peristiwa disebut terjadi di Jalan Kunir, Kota Tua, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Video memperlihatkan seorang pria dan wanita membuka akses jalan yang ditutup barrier beton dan cone lalu lintas.
Keduanya kemudian mengizinkan pengendara motor melintas melalui jalur pintas setelah memberikan sejumlah uang. Hingga berita ini ditayangkan, Kapolsek Tamansari, Jakarta Barat, Riyanto, belum memberikan keterangan saat dihubungi.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR