GridOto.com - PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen motor merek Honda di Indonesia optimis pasar motor berbahan bakar bensin di Indonesia masih bertumbuh pada 2026.
AHM melihat ada sinyal positif sejak awal tahun, terutama dari segmen konsumen menengah ke bawah.
Direktur Marketing PT Astra Honda Motor, Octavianus Dwi Putro, mengatakan total pasar motor nasional tahun ini kemungkinan berada di kisaran 6,5 juta hingga 6,7 juta unit.
Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang berada di sekitar 6,4 juta unit.
“Kalau melihat tanda-tanda awal tahun, harusnya akan slightly lebih baik. Tahun lalu sekitar 6,4 juta unit, tahun ini kemungkinan 6,5 sampai 6,7 juta unit. Jadi ada sedikit kenaikan, tapi tetap increase,” ujar pria yang akrab disapa Octa itu.
Menurut Octa, salah satu faktor yang berpotensi mendorong pasar adalah efek dari program ekonomi pemerintah yang diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat.
Baca Juga: Honda Vario Banjir Diskon di IIMS 2026, Berlaku Untuk Cash dan Kredit!
“Kita berharap dampak dari program ekonominya pemerintahan Pak Prabowo itu positif bagi segmen bawah. Dan itu sudah sedikit kita rasakan di kuartal empat sampai Januari 2026. Di segmen bawah mulai terlihat pergerakan dari sisi daya belinya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi ekonomi memang masih menghadirkan dinamika, tampak dari beberapa indikator menunjukkan pertumbuhan, sementara sektor lain masih menghadapi tekanan.
“PMI atau Manufacturing Index sudah di atas 50, artinya ada pertumbuhan. Memang ada plus minus seperti NTP petani yang turun, tapi secara total seharusnya market akan slightly lebih baik,” lanjut Octa.
Octa menyebut dari sisi kinerja perusahaan, AHM mencatat angka wholesale di kisaran 4,9 juta hingga 5 juta unit sepanjang tahun lalu.
Angka tersebut sedikit terkoreksi dibandingkan periode sebelumnya, namun selisihnya dinilai tidak signifikan.
Baca Juga: Enam Pilihan Mobil Bekas MPV Siap Mudik Harga Mulai Rp 50 Juta
“Untuk wholesale kurang lebih 4,975 sampai 5 juta unit. Sedikit turun, tapi hampir sama. Selisihnya kecil sekali,” kata Octa.
Ia juga menegaskan bahwa secara industri, pasar sepeda motor sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan jika mengacu pada data distribusi.
“Kalau lihat data dari AISI, total market sebenarnya tidak turun, malah masih growth,” tegasnya.
“Kami mencoba tetap mengisi kebutuhan market, tapi sekaligus menjaga level stok yang sehat di jaringan. Karena data AISI itu kan distribusi, jadi keseimbangan stok juga penting,” terang Octa.
Dengan berbagai indikator ekonomi yang mulai membaik serta daya beli yang menunjukkan tanda pemulihan, AHM berharap tren positif ini dapat berlanjut sepanjang tahun.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR