"Alhamdulillh pohon berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke tempat lebih aman. Tadi selesai evakuasi sekitar pukul 16.17 WIB," terangnya.
Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini angin kencang di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan perairan Utara Jawa Barat yang diprakirakan terjadi pada Periode 4- 5 Februari 2026.
Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu mengatakan ada beberapa wilayah yang diperkirakan bakal terdampak angin kencang tersebut, yakni Perairan Kepulauan Seribu, Perairan Bekasi - Karawang, Perairan Subang, dan Perairan Indramayu - Cirebon.
"Potensi kecepatan angin maksimum 20 knot pada siang hingga sore hari," kata Ayu dalam keteranganya.
Ayu meminta para pihak yang tengah berakifitas di wilayah perairan Utara Jabar untuk meningkatkan kewaspadaanya.
Baca Juga: Mencekam, Makhluk Tua Tinggi Lebat Serang Etios Valco, Arif Sekuat Tenaga Selamatkan Anak dan Istri
"Tingkatkan kewaspadaan dan antisipasi dampak potensi angin kencang 20 knot (37 km/jam), skala beaufort (5) yang dapat terjadi pada tanggal 4 - 5 Februari 2026," imbau Ayu dalam keterangannya.
Dikatakan, tinggi gelombang yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Teluk Jakarta, Bekasi - Karawang, Subang, Indramayu - Cirebon mencapai 1,25 meter (sedang).
Ayu berharap masyarakat perhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1,25 meter) kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1,5 meter).
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya akibat angin kencang ini, seperti pohon tumbang, papan reklame dan tiang tidak kokoh, bangunan non permanen yang mudah roboh, hingga gesekan antar kapan yang bersadnar terlalu rapat di pelabuhan.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR