Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Mobil Bekas

Inilah Enam Cara Mencegah Mobil Bekas Oleng Saat Ban Pecah Tiba-tiba

ARSN - Kamis, 29 Januari 2026 | 21:45 WIB
Ilustrasi ban mobil bekas pecah
Ryan/Gridoto
Ilustrasi ban mobil bekas pecah

GridOto.com - Beginilah cara untuk mencegah oleng saat ban mobil bekas kesayangan pecah tiba-tiba.

Yap, pecah ban tiba-tiba jadi salah satu penyebab mobil mengalami kecelakaan.

Ban mobil yang pecah penyebabnya bisa karena kurang perawatan dan perhatian atau karena jalan yang dilewati rusak.

Nah, ternyata ada cara untuk menghindari hal tersebut.

“Menghindarinya selalu cek kondisi ban sebelum berkendara. Mulai dari tebal tipisnya ban, ada retak atau tidak, serta pastikan umur ban tidak lebih dari 5 tahun,” bilang Andy Santoso pemilik Bengkel Mobil 77 di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.

Namun bila kejadian apes ini terjadi saat mobil sedang berlari pada kecepatan tinggi, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan supaya tidak berakhir hilang kendali.

Contohnya pengemudi kerap menginjak pedal rem, dengan harapan agar laju kendaraan bisa diperlambat atau dihentikan.

Ilustrasi kecelakaan akibat pecah ban di jalan tol
Suryamalang.com
Ilustrasi kecelakaan akibat pecah ban di jalan tol

Ternyata contoh tersebut salah banget gaes.

Karena mobil akan mengalami perubahan arah yang drastis dan sulit dikendalikan.

“Ini kebiasaan yang salah yang sering dilakukan pengemudi saat mengalami pecah ban tiba-tiba,” papar kode, sapaannya.

Untuk itu, simak beberapa tips penanganan yang harus dilakukan.

1. Hindari Pengereman Mendadak

“Tiba-tiba ban mobil pecah merupakan momen paling krusial saat berkendara. Apalagi kalau terjadi di jalan tol dengan kecepatan relatif tinggi. Jangan lakukan rem mendadak,” wanti kode.

Sebab ketika rem diinjak, misalnya ban depan yang pecah, maka bobot mobil akan pindah ke depan dan setir akan menarik ke arah ban yang pecah.

Dalam situasi seperti ini, mobil bisa lepas kendali, ditambah dengan pengereman terlalu keras dan ada momentum, mobil bisa terpelanting dan terbalik.

Ilustrasi rem mendadak
Gridoto.com
Ilustrasi rem mendadak

2. Jangan Panik

“Kalau dari banyak kejadian ban pecah biasanya diawali dengan kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi,” ujar Kode.

Biasanya di kecepatan 60 – 120 km/jam, lalu terjadi pecah ban.

Masih kata kode, kuncinya adalah jangan panik!

“Karena bila panik, biasanya driver akan mengambil tindakan yang salah seperti menginjak rem, sehingga menyebabkan mobil tidak bisa dikendalikan,” imbuhnya.

Ilustrasi setir mobil harus lurus
Dwi Wahyu R./ GridOto.com
Ilustrasi setir mobil harus lurus

3. Tahan Arah Setir Lurus

Kejadian ban pecah ini bisa diperkirakan dalam hitungan detik. Tapi kita bisa kok merasakan ban mana yang pecah.

“Jika ban depan yang pecah, biasanya arah setir tidak terkendali. Oleh sebab itu harus ditahan lurus lebih kuat, karena setir akan tertarik ke arah ban yang pecah,” ujar Kode.

Sementara kalau yang pecahnya ban belakang, setir relatif mudah dikendalikan.

“Jika setir masih mudah dikendalikan, lepas pedal gas dan kurangi kecepatan mobil secara bertahap sambil melihat spion kiri-kanan untuk melihat keadaan sekitar,” sarannya.

Tapi ingat, mau ban depan atau belakang yang pecah, tetap jangan rem mendadak ya.

Ilustrasi jangan pindah ke gigi ke netral
Dok. Suzuki Indomobil Sales
Ilustrasi jangan pindah ke gigi ke netral

4. Dilarang pindah ke gigi ke netral

Efeknya sama dengan menginjak pedal kopling karena putaran ban tidak tertahan oleh putaran mesin.

Pengemudi bisa membantu mengurangi kecepatan dengan menurunkan posisi gigi.

Namun langkah ini hanya efektif jika laju mobil tidak terlalu kencang karena tidak mudah memindahkan tuas transmisi saat panik dan efeknya kurang terasa pada mobil matik.

Jika sulit, cukup pertahankan arah kemudi supaya tetap lurus ke depan.

5. Jangan injak pedal kopling

Untuk mobil bertransmisi manual, jauhkan kaki kiri dari pedal kopling.

Sebab jika pedal kopling diinjak, mobil malah akan meluncur deras tidak terkendali karena tidak tertahan oleh beban putaran mesin.

Ilustrasi ganti ban mobil
Ilustrasi ganti ban mobil

6. Ganti ban di tempat aman

Biarkan kecepatan mobil turun dengan sendirinya.

Nyalakan lampu hazard untuk mememberi tanda kepada pengemudi di belakang, bahwa mobil kalian bermasalah.

Dengan begitu kalian bisa fokus pada upaya mengendalikan arah mobil.

Lalu arahkan kendaraan ke kiri jalan secara perlahan, diawali dengan matikan hazard dan diganti dengan menyalakan lampu sein ke kiri.

Terus pantau kondisi di belakang lewat kaca spion.

Jika kecepatan sudah cukup lambat, arahkan mobil ke bahu jalan dan biarkan mobil berhenti, bisa juga dibantu dengan rem dengan cara menginjak sesekali, dengan perasaan hehe.

Jangan lupa, saat ganti ban pasang segitiga pengaman dengan jarak aman 5 meter. 

Baca Juga: Minyak Rem Mobil Bekas Tiba-tiba Berkurang, Cek Komponen Ini

Editor : ARSN

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa