Melansir indotruker.blogspot, di Indonesia truck Hino Chugata type 73 ini kemungkinan besar pernah dipakai Penerbang TNI AD.
Kiai Merah menegaskan mahar truk tempur tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk menonjolkan nilai materi.
Menurut dia, mahar itu memiliki makna simbolis yang jauh lebih mendalam, terutama sebagai bentuk penghargaan terhadap ilmu dan perjuangan.
"Ini sebenarnya bukan soal nilai kendaraannya. Saya bangga karena anak saya hafal Al-Qur’an 30 juz dan kitab Alfiyah. Menantu saya juga hafal Al-Qur’an. Mahar ini dibuat unik sebagai bukti cinta dan kesungguhan menantu saya kepada putri saya," ujar Kiai Merah dalam keterangan resminya, (26/1/26) melansir Kompas.com.
Ia menjelaskan, truk tempur tersebut memiliki nilai historis dan filosofis sebagai simbol perjuangan, ketangguhan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga.
Permintaan mahar tersebut juga disanggupi sang menantu dengan penuh keikhlasan.
Dalam pesan khususnya kepada kedua mempelai, Kiai Merah menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ilmu dan adab yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.
"Melangkah ke depan harus dengan kehati-hatian. Tetap berada di rel yang sudah diajarkan para guru, kiai, habaib, dan ulama. Jangan lelah berjuang, terus amar ma’ruf nahi mungkar," pesannya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR