Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pengguna Mobil Listrik Usia 50 Tahun ke Atas Meningkat di Jabodetabek

M. Adam Samudra - Jumat, 23 Januari 2026 | 21:30 WIB
Pengguna Mobil Listrik Usia 50 Tahun ke Atas Meningkat di Jabodetabek
Istimewa
Pengguna Mobil Listrik Usia 50 Tahun ke Atas Meningkat di Jabodetabek

GridOto.com - Mobil listrik mulai menjadi pilihan rasional bagi sebagian pekerja dan masyarakat berusia 50 tahun ke atas di wilayah Jabodetabek, terutama sebagai persiapan memasuki masa pensiun.

Pertimbangan utama kelompok usia ini bukan lagi soal teknologi atau tren, melainkan efisiensi biaya operasional dan kemudahan perawatan.

Riset ID COMM bertajuk 'Menuju Era Mobil Listrik Sejauh Mana Indonesia Siap?' menunjukkan bahwa selain kelompok usia 25–35 tahun dan 36–50 tahun, terdapat segmen pengguna mobil listrik dari kelompok usia 50 tahun ke atas yang selama ini relatif kurang disorot.

Di fase ketika pendapatan tetap akan berkurang, mobil listrik dinilai mampu menekan pengeluaran rumah tangga tanpa mengorbankan kebutuhan mobilitas harian.

Seorang responden laki-laki dalam riset tersebut mengungkapkan bahwa mobil listrik awalnya dibeli sebagai kendaraan kedua, namun dalam perjalanannya justru menjadi kendaraan utama.

Alasannya, mobil listrik dirasakan lebih nyaman dan lebih hemat untuk penggunaan sehari-hari. Dalam riset tersebut, kisaran harga mobil listrik yang dimiliki responden berada di rentang Rp189 juta hingga Rp1,586 miliar.

Kebutuhan mobilitas di kota besar seperti Jabodetabek tetap berlangsung meskipun seseorang mendekati atau memasuki masa pensiun.

Aktivitas seperti mengantar cucu, mengurus kebutuhan rumah tangga, bersilaturahmi dengan keluarga, hingga kegiatan sosial masih menjadi bagian dari keseharian.

Namun, pertimbangan dalam memilih kendaraan menjadi lebih pragmatis, terutama terkait biaya bulanan, kemudahan perawatan, dan keandalan kendaraan.

Baca Juga: Bisa Sekencang Ini Mobil Listrik SUV 7 Seater Mercedes-Benz EQB 250+

Salah satu responden berusia 59 tahun asal Tangerang Selatan menyatakan bahwa keputusan membeli mobil listrik berkaitan langsung dengan perencanaan keuangan jangka panjang.

“Kami pilih mobil listrik sebagai persiapan pensiun supaya biayanya lebih hemat,” ujarnya.

Menurut riset tersebut, motif ekonomi menjadi pendorong utama adopsi mobil listrik di kelompok usia 50 tahun ke atas.

Penghematan biaya operasional serta adanya insentif fiskal membuat kendaraan listrik dianggap lebih ramah bagi konsumen yang ingin menjaga stabilitas pengeluaran.

Faktor lingkungan tetap menjadi nilai tambah, namun bukan alasan utama.

Co-Founder dan Director ID COMM, Asti Putri, menjelaskan bahwa secara umum pemilik mobil listrik masih didominasi oleh kelompok early adopters.

Namun, terdapat karakteristik khusus pada konsumen usia 50 tahun ke atas.

“Pada umumnya, konsumen pemilik mobil listrik adalah para early adopters, yaitu orang-orang yang berani berinvestasi dan berkendara dengan teknologi baru. Khusus kelompok usia 50 tahun ke atas, ada faktor unik di mana mereka sadar kegiatan hariannya akan menurun, namun ingin tetap mempertahankan mobilitas dengan biaya relatif hemat,” kata Asti melalui keteranganya, Jum'at (23/1/2026).

Ia menambahkan bahwa meskipun kelompok usia ini perlu beradaptasi dengan berbagai fitur kendaraan listrik, hal tersebut tidak menjadi hambatan berarti.

Baca Juga: Polytron Konfirmasi Mobil Listrik Baru Meluncur Tahun Ini

“Justru hal inilah yang membuat mereka bangga karena bisa mengadopsi tren berkendara dengan cara berbeda,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan dalam adopsi mobil listrik masih dirasakan oleh seluruh kelompok konsumen, termasuk pengguna usia 50 tahun ke atas.

Ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang belum merata, kekhawatiran terhadap jarak tempuh, serta layanan purna jual masih menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan beralih ke kendaraan listrik.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa