GridOto.com - Mercedes-Benz EQB 250+ Progressive Line merupakan mobil listrik dengan format SUV 7 seater.
Mobil listrik ini menggendong baterai berkapasitas 70,5 kWh dengan jenis lithium-ion.
Bahkan untuk ukuran mobil listrik zaman sekarang, baterai Mercedes-Benz EQB 250+ terhitung sangat besar.
Baterai seukuran itu tentu memberi fleksibilitas tinggi dalam soal jarak tempuh.
Lantas soal mengisi daya, seberapa cepat Mercedes-Benz EQB 250+ dicas baterainya dengan baterai sebesar ini?
Mercedes-Benz EQB 250+ dibekali soket charger mendukung konektor jenis AC Type 2 dan DC CCS2 yang umum ditemukan di SPKLU Indonesia.
Baca Juga: Bisa Muat Banyak, Seirit Apa Konsumsi Listrik Mercedes-Benz EQB 250+?
Dengan AC Type 2, daya listrik yang bisa masuk maksimal sebesar 11 kW.
Lama waktu charging yang dibutuhkan sekitar 7 jam dari kapasitas baterai 0 ke 100 persen.
Sementara dengan fast charging DC CCS2, daya listrik yang bisa masuk maksimal mencapai 112 kW.
Charging baterai dari kapasitas 10 ke 80 persen membutuhkan waktu sekitar 35 menit.
Namun daya maksimal 112 kW ini bergantung dari kapasitas dan temperatur baterai yang bisa berubah-ubah besarannya.
Selama pengetesan, jika pengisian daya dilakukan dari kapasitas sekitar 40 atau 30 persenan, maka daya DC fast charging yang bisa masuk berkisar 70 hingga 80 kW.
Selama pengecasan setelah mencapai kapasitas baterai lewat dari 80 persen akan terjadi penurunan daya berkisar 40 ke 30 kW.
Baca Juga: Bisa Sekencang Ini Mobil Listrik SUV 7 Seater Mercedes-Benz EQB 250+
Daya fast charging Mercedes-Benz EQB 250+ bukanlah yang paling superior jika dibandingkan dengan mobil listrik format 7 penumpang seperti BYD M6 tipe Superior contohnya dengan kemampuan fast charging daya 115 kW.
Atau Hyundai IONIQ 5 yang sanggup mengakomodir fast charging daya 350 kW.
Dan yang paling besar ada Xpeng G6 yang sanggup menerima daya listrik 461 kW untuk DC fast charging.
Jika baterai Mercedes-Benz EQB 250+ sudah terisi penuh, klaim jarak tempuh yang bisa ditempuh mencapai 535 km berdasarkan metode WLTP.
Jarak tempuh maksimal ini juga bisa berubah bergantung gaya berkendara dan kondisi jalan yang dilalui.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR