GridOto.com - Bergeser ke rasa berkendara dan handling BAIC BJ30 Hybrid AWD, ternyata mobil ini seru juga untuk dipakai harian baik untuk perkotaan maupun keluar kota.
Ketika di dalam kota, termasuk perjalanan commuting dari rumah ke kantor, BJ30 Hybrid AWD jadi mobil yang banyak diamnya.
Banyak diam berarti mesin mati dan motor listrik menggerakkan sepenuhnya mobil ketika dalam kecepatan rendah.
Uniknya, kami merasakan bagaimana pintarnya sistem hybrid ini membagi antara penggerak roda depan atau semua roda.
Ketika konsumsi BBM diutamakan, saluran tenaga diprioritaskan dari mesin dan motor listrik ke roda depan, tanpa mengaktifkan motor belakang.
Baca Juga: Mantap Juga, BAIC BJ30 Hybrid AWD Punya Konsumsi BBM Sehemat Ini
Tetapi ketika tenaga atau manajemen traksi dibutuhkan, dua motor listrik hybrid BJ30 AWD langsung nendang tanpa ba-bi-bu.
Sebagai rasa asyik tambahan, ketika mobil ini berdeselerasi, dua motor listriknya dimaksimalkan untuk menghasilkan listrik ke baterai.
Bagaimana dengan handling? Secara singkat, SUV seperti BJ30 Hybrid AWD memang bukan mobil yang pas untuk diajak ke trek.
Ketajaman rasa setir dan suspensinya masih terasa layaknya mobil yang didesain untuk kenyamanan maksimal perjalanan jarak jauh.
Namun kami harus acungi jempol soal stabilitas berkendara mobil ini, tidak terlalu limbung selagi memiliki suspensi empuk.
Baca Juga: Sekilas Performa BAIC BJ30 Hybrid AWD, Akselerasi Kencang Berkat Turbo
Pastinya soal kenyamanan, mobil ini cukup mentok untuk sebuah SUV yang bisa masuk ke dalam lumpur tipis-tipis.
Peredaman suara kabin dan peredaman suspensinya perlu diacungi jempol, salah satunya karena memiliki suspensi multi-link independent di belakang.
Overall, kami merekomendasikan mobil ini untuk konsumen yang ingin merasakan memiliki SUV sejati tanpa ditakutkan oleh jarak tempuh bensin.
Tetapi kalau untuk dipakai off-road beneran, kami tetap akan menyarankan BJ40 Plus yang masih mendapatkan penggerak 4WD tulen.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR