GridOto.com - Pereli nasional Julian Johan atau Jeje Logy mencatatkan hasil membanggakan pada ajang Dakar Rally 2026 yang berlangsung di Arab Saudi, 3-17 Januari 2026.
Menghadapi salah satu kompetisi reli paling ekstrem di dunia, Jeje mampu finis di peringkat kelima klasemen overall, posisi ketiga kelas, serta meraih juara pertama Iconic Class.
Dakar Rally 2026 diikuti 433 kendaraan dari 69 negara, dengan lintasan sepanjang kurang lebih 8.000 kilometer yang ditempuh selama 14 hari.
Reli ini melintasi berbagai medan ekstrem, mulai dari gurun pasir terbuka, bebatuan tajam, hingga kontur yang terus berubah, menuntut kecepatan, ketahanan fisik pembalap, serta strategi tim yang presisi.
Jeje Logy turun menggunakan Toyota Land Cruiser 100, kendaraan yang harus beradaptasi dengan karakter khas Dakar.
Pada edisi 2026, peserta menaklukkan lintasan di kawasan Al Ula, Riyadh, hingga Wadi Ad Dawasir wilayah yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi dan menguji daya tahan teknis kendaraan.
Di tengah persaingan ketat dengan ratusan pereli internasional, Jeje mampu tampil konsisten hingga menembus jajaran lima besar.
Capaian tersebut sekaligus menegaskan daya saing pembalap Indonesia di level reli dunia.
Jeje menyebut hasil tersebut sebagai buah dari proses panjang yang dijalani dengan serius.
“Alhamdulillah, dengan niat yang kuat dan kesungguhan untuk terus berusaha mencari jalan, akhirnya hari ini bisa terwujud. Terima kasih atas setiap proses dan kesempatan yang ada. Semoga pencapaian ini bisa menjadi inspirasi dan energi positif, khususnya bagi dunia balap dan otomotif Indonesia,” ujar Jeje melalui keteranganya, Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Didukung Motul, Julian Johan Ukir Prestasi Bersejarah Indonesia di Rally Dakar 2026
Dalam perjalanannya di Dakar Rally 2026, Jeje mendapat dukungan dari Belkote Paint.
Kolaborasi ini menandai kerja sama resmi pertama antara Belkote dan Jeje Logy di ajang Dakar, meski hubungan keduanya telah terjalin dalam beberapa tahun terakhir di dunia motorsport nasional.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Bintang Chemical Indonesia, Eric Indra Kurniawan, menyebut kesamaan visi menjadi dasar kerja sama tersebut.
“Tahun ini merupakan tahun kelima kerjasama ini berlangsung. Kesamaan visi antara Belkote dan Jeje konsistensi, dan keberanian membawa nama Indonesia ke level internasional,” kata Eric.
Menurutnya, dukungan pada Dakar Rally 2026 difokuskan pada kemitraan jangka panjang dan brand support.
“Untuk mobil-mobil Jeje Logy yang digunakan di Indonesia, hampir seluruhnya menggunakan produk Belkote, mulai dari basecoat hingga clear coat. Namun, untuk ajang Dakar Rally 2026, dukungan Belkote difokuskan pada brand support dan kemitraan jangka panjang, sebagai bentuk komitmen kami dalam mendukung kiprah atlet Indonesia di ajang motorsport dunia,” ungkapnya.
Jeje menilai pengalaman berlaga di Dakar menjadi bekal penting untuk pengembangan karier reli ke depan.
“Saya bersama Belkote sudah tidak sabar untuk lanjut berkreasi bersama. Kami akan coba untuk menggarap project kendaraan yang menarik tentunya,” ucapnya.
Terkait peluang ke depan, Jeje mengakui Dakar menghadirkan tantangan berat, terutama saat melintasi gurun pasir dengan kondisi medan yang sulit diprediksi di bawah terik matahari.
Baca Juga: Julian Johan Raih Peringkat Kelima di Debut Rally Dakar 2026, Borong Berbagai Prestasi Gemilang
Meski belum menetapkan target khusus untuk Dakar 2027, ia membuka peluang kembali turun dengan ambisi meningkatkan hasil.
Belkote sendiri melihat keterlibatan di ajang reli dunia sebagai bagian dari kontribusi terhadap pengembangan ekosistem motorsport nasional.
Belkote berkomitmen membangun kolaborasi berkelanjutan dengan para pereli nasional yang memiliki karakter kuat dan kemauan untuk tampil di panggung global.
Kerja sama tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek branding, tetapi juga diarahkan pada pengembangan ekosistem motorsport melalui edukasi, berbagi pengalaman, serta penguatan nilai performa yang menjadi fondasi brand Belkote.
Dengan hasil di Dakar Rally 2026, Jeje Logy menjadi salah satu pereli Indonesia yang berhasil menunjukkan konsistensi dan daya saing di reli paling menantang di dunia, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi kiprah pembalap nasional di panggung global.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR