Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Asli Indonesia, Lulusan ITB Ini Jadi Insinyur Penting di Tim F1 Cadillac

Naufal Nur Aziz Effendi - Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:30 WIB
Stephanus Widjanarko, enjiner penting di tim Cadillac F1 asal Indonesia lulusan ITB
kolase Instagram @stephanuswidjanarko & @f1
Stephanus Widjanarko, enjiner penting di tim Cadillac F1 asal Indonesia lulusan ITB

GridOto.com - Livery khusus tim baru F1 Cadillac untuk sesi tes privat F1 2026 pertama di Sirkuit Catalunya-Barcelona pada 26-31 Januari mendatang, menarik perhatian warganet.

Seberanya, dari desain coraknya tergolong simpel. Hanya berupa logo Cadillac cover mesin belakang, garis kamuflase sederhana, dan nama-nama kru tim di bagian hidung mobil.

Namun yang jadi sorotan, di antara nama-nama tersebut ada satu insinyur berdarah asli Indonesia, yakni Stephanus Widjanarko yang menjabat sebagai Lead Engineer - Aero Development di Cadillac F1 Team.

Dilansir dari akun Instagram Imam Santoso (@santosoim) selaku dosen metalrugi Insitut Teknologi Bandung (ITB), Stephanus Widjanarko atau biasa disapa Tephie, adalah alumni Teknik Mesin ITB angkatan 2004.

Setelah menyelesaikan studi S1-nya, Tephie mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 dengan bidang Engineering Fluid Dynamics/Sustainable Energy Technology di Universitas Twente, Belanda.

Rupanya, sosok juga pernah magang di Chevron pada 2008 sebagai Drilling Engineer sebagai Aerodinamics Engineer ini awalnya memang hobi menonton balapan F1.

"Tahun 2004 saya diajak Ayah nonton F1 langsung di Sepang, Malaysia. Kemudian saya berfikir sepertinya seru kalau kerja di F1 setelah lulus nanti," jelas Stephanus seperti dilansir laman resmi ITB, Selasa (28/10/2014),

Karena ketertarikannya pada bidang aerodinamis dan wind turbine, Tephie sempat magang di Vestas Wind System A/S di Denmark, pada posisi Aerodynamics Development Engineer pada 2010.

Di situlah kesempatan bergabung dengan F1 mulai terbuka. Hal tersebut muncul setelah bertemu dengan mantan desainer Toyota F1.

Baca Juga: Dari Honda Prelude Debut di Super GT hingga Era Baru F1, Intip Deretan Program HRC untuk Balap 2026

"Saya bertemu dengan salah satu mantan engine designer di Toyota F1, dan saya banyak mengobrol mengenai suasana kerja di F1. Hingga akhirnya berhasil diterima di Scuderia Toro Rosso," lanjut Tephie.

Stephanus pun mengawali karirnya di ajang jet darat pada 2013, menjadi bagian tim desain Scuderia Toro Rosso dengan tugas mendesain Computational Fluid Dynamics (CFD) aerodinamis di bagian external aero development.

Dia bertugas merancang bagian depan berdasarkan sisi aerodinamisnya. Secara detail ada pada bagian sayap depan, hidung, forward barge board, tata letak suspensi dan pelindung ban.

Karirnya di tim asal Faenza, Italia tersebut terus merangkak naik. Pada Februari 2019, Tephie menduduki jabatan sebagai Senior Aero Performance Engineer saat tim tersebut berganti nama menjadi Scuderia AlphaTauri.

Lalu saat tim kembali berubah nama menjadi Visa Cash App RB (Racing Bulls), Tephie masih mempertahankan jabatannya sebagai Senior Aero Performance Engineer sampai Januari 2025.

Barulah pada Februari 2025, ia pindah ke Andretti Global, cikal bakalnya tim Cadillac F1 sebagai Lead Engineer - Aero Development, dan resmi mencatatkan namanya sebagai sosok yang berkontribusi di Cadillac F1 Team mulai Maret 2025 sampai sekarang.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa