GridOto.com – Pelemahan daya beli masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuat konsumen kini lebih banyak melirik mobil bekas dibandingkan mobil baru.
Kondisi tersebut ikut berkontribusi pada stagnasi penjualan mobil baru dalam beberapa tahun terakhir.
Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Syahda Sabrina, mengungkapkan bahwa persoalan keterjangkauan atau affordability menjadi isu paling krusial di pasar otomotif nasional saat ini.
“Terkait dengan analisis pasar mobil baru versus mobil bekas, kami melihat target penjualan mobil baru itu tidak tercapai dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu isu terbesarnya adalah keterjangkauan,” ujar Syahda di Bandung, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, kemampuan beli rumah tangga tidak tumbuh secepat kenaikan harga mobil.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan pendapatan dan upah riil yang tertinggal dibandingkan inflasi dan harga kendaraan.
“Kalau kita lihat, income rumah tangga meningkatnya tidak secepat pertumbuhan harga mobil. Dari upah riil juga kenaikannya tidak secepat inflasi. Ini mengindikasikan adanya gap antara harga mobil dan kemampuan beli rumah tangga,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat konsumen cenderung memilih mobil bekas yang dinilai lebih terjangkau, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Syahda menyebut, berdasarkan survei LPEM FEB UI terhadap 1.511 orang calon pembeli mobil dalam lima tahun ke depan, sekitar dua pertiga responden menyatakan preferensi awal untuk membeli mobil bekas.
Baca Juga: Penjualan Mobil Baru Terus Anjlok, Ini Penjelasan Ilmiah Peneliti UI
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR