Pengawas SPBU Bacin, Agus Purnomo, menjelaskan kontaminasi air terjadi akibat penutup tangki Pertalite yang tidak tertutup rapat.
Kondisi tersebut diperparah saat hujan deras mengguyur wilayah Kudus sehingga air masuk ke dalam tangki penyimpanan.
SPBU mulai beroperasi sekitar pukul 05.00 WIB, dan keluhan konsumen mulai diterima sekitar pukul 05.30 WIB.
"Memang tercampurnya di sini karena tutup tangkinya kurang rapat, dan saat hujan deras kemasukan air," kata Agus saat ditemui di SPBU.
Agus menegaskan, pengiriman Pertalite ke SPBU beberapa hari sebelumnya berada dalam kondisi normal dan tidak tercampur air.
Baca Juga: Heboh di Sosmed Pertamax Campur Air di SPBU Losari, Usai Dicek Hasilnya Begini
Setelah menerima keluhan, pengelola SPBU langsung menghentikan penjualan Pertalite untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.
Saat kejadian, tercatat sudah ada 10 konsumen yang sempat membeli Pertalite.
"Saat itu sudah ada 10 pembeli, kami tanggung jawab atas pembeli tersebut termasuk ganti rugi," tegas Agus.
Agus menyebutkan, sisa Pertalite di dalam tangki SPBU sekitar 3.000 liter dari total kapasitas 20.000 liter.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR