Hal menarik lainnya adalah posisi berkendaranya yang ramah pengguna. Meskipun bertipe motor sport, NSP tidak memaksa pengendara untuk membungkuk seperti motor balap.
Setang clip-on diposisikan cukup tinggi, dan tinggi joknya hanya 769 mm, lebih rendah dari rata-rata di segmennya.
Honda bahkan mempublikasikan profil rider triangle untuk menegaskan bahwa ini adalah motor tampan yang tetap mudah dikendarai dan masih cocok untuk komuter harian.
Dari segi teknologi, fitur-fitur pada Honda NSP tergolong canggih untuk motor di bawah 200cc, seperti panel instrumen digital TFT berwarna 5 inci, konektivitas smartphone dan navigasi.
Lalu ada Smart key dan pembuka kunci via NFC melalui ponsel yang umumnya ditemukan pada motor berkapsitas mesin besar atau motor premium.
Mesinnya bukanlah mesin yang gahar; menggunakan mesin 184cc silinder tunggal, SOHC, berpendingin udara yang menghasilkan tenaga 16,9 hp dan torsi 16,3 Nm.
Spesifikasinya memang sederhana, namun dapur pacu ini diklaim memiliki daya tahan dan keandalan khas Honda.
Motor ini menggunakan suspensi depan upside-down (USD), monoshock belakang, rem cakram depan-belakang, dan bobot kering hanya 145 kg, cocok untuk kelincahan di dalam kota.
Honda NSP hadir dalam dua versi: Standar dan PRO. Hal menarik dari versi PRO adalah mengintegrasikan tombol kontrol action cam DJI Osmo langsung di setang.
Hal ini menunjukkan bahwa Honda mengincar pasar anak muda yang gemar melakukan perjalanan, touring, dan membuat konten.
Melansir dari 2bang.vn, Honda NSP dijual di China dengan harga antara 12.800 – 13.680 Yuan atau setara Rp 30,9 jutaan - Rp 33 jutaan (kurs 1 Yuan = Rp 2.419,53 per 13 Januari 2026).
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR