Namun, ia justru mendapati sosok asing yang langsung menggasak tas berisi dompet dan sebuah telepon seluler milik keluarganya.
Melihat barang berharga miliknya dibawa kabur, Jovita tidak tinggal diam dan langsung mengejar pelaku hingga ke halaman rumah di mana motor pelaku terparkir.
Dengan keberanian tinggi, ia menarik bagian belakang motor agar pelaku tidak sempat melarikan diri dari lokasi kejadian.
Nahas, pelaku tetap memutar kunci dan menancap gas sehingga tubuh kecil Jovita terseret di atas aspal sejauh kurang lebih 20 meter.
"Saat itu pelaku melirik ke belakang lalu tancap gas. Anak saya diperkirakan terseret aspal sejauh kurang lebih 20 meter," ujar Darfan menukil Tribun Medan, Minggu (11/1/2026).
Setelah menyeret korban beberapa meter, pelaku akhirnya menghentikan motornya dan sempat mengembalikan handphone korban sebelum akhirnya kembali kabur membawa tas berisi uang Rp 100 ribu.
Akibat insiden tersebut, Jovita mengalami luka-luka lecet pada bagian kaki dan trauma setelah tubuhnya terseret di jalanan yang kasar.
Baca Juga: Maling Motor Berakhir Pasrah di Kasur Rumah Sakit, Aksi di SPBU Gagal Total
Darfan menemukan putrinya dalam kondisi kaki berdarah-darah dan seragam sekolah yang kotor serta tercabik di beberapa bagian saat ia baru sampai di rumah.
Meskipun luka-lukanya telah diobati, pihak keluarga mengaku masih mempertimbangkan untuk membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian di Polsek Medan Labuhan.
Saat ini, identitas pelaku yang diduga bekerja sebagai pekerja serabutan masih menjadi misteri bagi keluarga maupun warga sekitar Lorong 36.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak lingkungan setempat, namun belum ke polisi. Rencananya akan buat laporan kalau kondisi korban parah,” kata Darfan.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR