GridOto.com - BYD akan meluncurkan versi Long Range dari lini Compact SUV Plug-In Hybrid, Song Pro DM-i model 2026 di pasar China pada 10 mendatang.
Melansir dari Carnewschina, varian baru ini diposisikan untuk melengkapi lini Song Pro DM-i yang sudah ada.
Keluarga BYD Song di Negeri Tirai Bambu sendiri mencakup Song L EV, Song L DM-i, Song Plus EV, Song Plus DM-i, dan Song Pro DM-i.
BYD Song Pro DM- i Long Range akan fokus pada peningkatan jarak tempuh dalam mode listrik murni melalui paket baterai yang lebih besar di kelasnya.
Generasi Song Pro DM-i yang saat ini masih beredar adalah model yang diluncurkan di China pada 23 September 2024.
Peluncuran tersebut menandai debut pasar Song Pro DM-i generasi kedua, yang menggantikan varian Song Pro DM-i sebelumnya dan mengadopsi sistem plug-in hybrid DM terbaru dari BYD.
Pada Oktober 2025, BYD memperkenalkan lini Song Pro DM-i 2026 dengan harga resmi berkisar antara 102.800 yuan hingga 125.800 yuan.
Kalau dikonversi ke Rupiah, banderolnya setara Rp 246,4 jutaan sampai Rp 301,6 jutaan (kurs 1 Yuan = Rp 2.39769 per 6 Januari 2026).
Baca Juga: Insentif CBU Berakhir, Harga Mobil Listrik BYD Terpantau Belum Bergerak
Pembaruan tersebut mencakup beberapa perubahan konfigurasi, seperti sistem kamera parkir menyeluruh, perintah suara eksternal, aktivasi navigasi berbasis gestur, dan gril depan aktif.
Selain itu, ada pilihan warna cat eksterior baru yang ditambahkan ke dalam jajaran tersebut untuk membuat tampilannya lebih segar.
Song Pro DM-i 2026 saat ini dilengkapi dengan powertrain plug-in hybrid yang menggabungkan mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated dengan motor listrik.
Berdasarkan standar pengujian CLTC, model ini memberikan jarak tempuh mode listrik murni sejauh 133 km dan jarak tempuh gabungan 1.508 km.
Konsumsi bahan bakar berdasarkan standar NEDC tercatat sebesar 3,2 liter per 100 kilometer, dan model ini mengadopsi selektor transmisi yang dipasang di kolom kemudi.
Menurut Sobat GridOto, apakah BYD Song Pro DM-i 2026 dan versi Long Range-nya cocok masuk pasar Indonesia?
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR