Seperti yang diungkapkan Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku main dealer motor Honda untuk wilayah Jakarta-Tangerang.
Baca Juga: Enggak Bikin Dompet Kempis, Semurah Ini Ganti Sil Master Rem Motor
Menurutnya, etika mengerem tidak hanya berkaitan dengan teknik, tetapi juga sikap.
Pengendara perlu menyadari bahwa setiap tindakan di jalan raya berdampak pada orang lain.
Mengerem secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas dapat mengejutkan pengendara di belakang dan memicu kecelakaan beruntun.
Oleh karena itu, penting bagi pengendara sepeda motor untuk selalu memperhatikan spion, membaca pergerakan kendaraan di sekitar, serta menghindari sikap egois seperti memotong jalur lalu langsung mengerem.
“Pengereman yang baik dan benar harus dilakukan dengan tenang, bertahap, dan menggunakan kombinasi rem depan serta belakang. Dengan teknik yang tepat, pengendara tetap bisa mengendalikan motor meskipun harus berhenti mendadak,” jelas Agus Sani.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR