GridOto.com - Persaingan di pasar otomotif Indonesia mulai menunjukkan perubahan sepanjang 2025.
Berdasarkan data wholesales GAIKINDO, performa lima besar merek Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, dan Suzuki mengalami penurunan.
Sepanjang Januari-November 2025, total wholesales lima brand Jepang tercatat 515.916 unit.
Turun dari 624.470 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Sehingga secara tahunan, terjadi penurunan sekitar 17,3 persen.
Sementara itu, BYD justru menunjukkan tren kebalikan dengan pertumbuhan yang sangat agresif.
Pada periode Januari-November 2025, BYD membukukan 40.151 unit.
Angka tersebut melonjak dibanding 13.866 unit pada periode sama 2024, atau meningkat hampir 190 persen secara tahunan.
Sepanjang 2025, performa BYD relatif stabil di kisaran 2.000-3.000 unit per bulan.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik BYD Denza D9 di November 2025 Tinggal Segini
Namun momentum terbesar terjadi pada dua bulan terakhir.
Pada Oktober 2025, BYD menembus tiga besar penjualan nasional dengan 10.593 unit, hanya selisih tipis dari Daihatsu yang berada di posisi ketiga dengan 11.783 unit.
Tren serupa kembali berulang pada November, ketika BYD mencatat 9.481 unit, mendekati perolehan Daihatsu yang membukukan 11.684 unit.
Lonjakan ini tidak lepas dari strategi model BYD yang menyasar berbagai segmen sekaligus.
Kehadiran Seal untuk pasar sedan EV, M6 dan Denza yang mengisi ceruk MPV premium, hingga Atto 1 di segmen City Car membuat brand asal China itu cepat mendapatkan pijakan kuat.
Ditambah lagi, BYD mengklaim telah menguasai lebih dari 57 persen market share mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR