Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Tak Bisa Menyatu, Ini Alasan Pertalite Berada di Atas Air Ketika Bercampur

Rezki Alif Pambudi - Jumat, 11 April 2025 | 10:05 WIB
Soal insiden SPBU di Trucuk Klaten, kenapa Pertalite dan air tak bisa menyatu?
Instagram Ihsan22_official
Soal insiden SPBU di Trucuk Klaten, kenapa Pertalite dan air tak bisa menyatu?

GridOto.com - Dalam beberapa hari terakhir publik diramaikan dengan kejadian Pertalite campur air di sebuah SPBU di wilayah Trucuk, Klaten, Jawa Tengah.

Insiden Pertalite campur air ini setidaknya membuat 12 kendaraan mogok, hingga berakhir dengan penyegelan SPBU tersebut oleh Polisi.

Tiga orang termasuk oknum awak truk tangki sudah diamankan, lantaran diduga sengaja melakukan pencampuran Pertalite dan air di SPBU di Klaten ini.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, proporsi antara campuran air dan Pertalite ini tidak main-main.

Terlihat jelas jumlah airnya lebih banyak, seperti yang terekam saat campuran tersebut dituangkan ke dalam wadah transparan.

Cairan hijau yang berada di bagian atas wadah adalah Pertalite, sedangkan putih di bagian bawah adalah air.

Meski sudah tercampur, sebenarnya kenapa sih Pertalite ataupun bahan bakar minyak lain tidak dapat menyatu dengan air?

Lalu kenapa juga posisi Pertalite atau minyak lain sering berada di atas, sedangkan air cenderung berada di bawah?

Baca Juga: Musuh Dalam Selimut, Kasus Pertalite Tercampur Air di SPBU Trucuk Klaten Disengaja Tiga Orang Ini

Melansir Scientific American, Pertalite ataupun minyak-minyak lain tidak dapat menyatu dengan air adalah karena sifat molekulnya yang berbeda.

Air termasuk dalam molekul polar, di mana di kedua ujung molekul masing-masing memiliki muatan positif dan negatif sehingga molekul air selalu berikatan.

Ikatan polar ini juga membentuk ikatan hidrogen yang kuat satu dengan lainnya, sehingga hanya bisa berikatan dengan molekul polar lainnya.

Jadi air bisa berikatan kuat dengan molekul gula dan garam, yang juga memiliki sifat molekul polar, makanya bisa menyatu.

Sedangkan minyak adalah molekul non-polar, sehingga hanya dapat menyatu dengan molekul non-polar lainnya.

Dalam kesempatan tertentu mungkin minyak dan air dapat menyatu, namun itu hanya dalam beberapa saat saja.

Setelah beberapa saat mereka akan terpisah lagi karena kecenderungan sifat molekul polar dan non-polar tersebut.

Soal posisi minyak yang berada di atas dan air yang berada di bawah dalam video tersebut, hal itu disebabkan karena perbedaan massa jenis molekul atau rho.

Zat yang memiliki massa jenis lebih tinggi, maka posisinya akan berada di bawah massa jenis yang lebih rendah jika dicampurkan.

"Hal ini disebabkan air dan bensin tidak dapat bercampur, di mana air memiliki massa jenis yang lebih berat, sehingga akan mengendap di bagian bawah tangki bahan bakar," kata Kepala Bengkel Honda Jakarta Center, Denny Sulistyo, dilansir GridOto.com dari Kompas.com.

Dari data, air memiliki massa jenis sebesar 1.000 kg/m3 sedangkan Pertalite memiliki massa jenis 729,63 kg/m3 saja.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa