Pakai BBM Bersubsidi Bikin Sensor O2 Cepat Kotor, Ini Penjelasannya

Ryan Fasha - Senin, 18 Juli 2022 | 12:00 WIB
elektroda inti sensor oksigen
ryan/gridoto.com
elektroda inti sensor oksigen

GridOto.com - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi membuat banyak pemilik mobil beralih ke BBM bersubdisi.

Saat ini BBM yang disubsidi pemerintah adalah Pertalite seharga Rp 7.650 per liter dengan nilai oktan 90.

Padahal mobilnya direkomendasi pabrikan pakai oktan bahan bakar di atas 90.

Jika terus menerus menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan bisa membuat sensor O2 atau sensor oksigen mengalami masalah.

Sensor O2 ini berada di pipa gas buang tepatnya di bagian header.

Sensor O2 ini akan membaca kadar oksigen dan kepekatan gas buang untuk diinformasikan ke Engine Control Unit (ECU) dan diolah menjadi data Air Fuel Ratio (AFR).

ILUSTRASI. Lubang mulut tangki bahan bakar
ILUSTRASI. Lubang mulut tangki bahan bakar

Baca Juga: BBM Diesel Bersubsidi Bikin Injektor Cepat Mampat? Ini Kata Bengkel

"Memang betul, pada beberapa mobil yang dari pabrikan direkomendasikan untuk pakai bensin oktan 90 ke atas bisa membuat sensor O2 cepat kotor," sebut Bahtiar, Kepala Bengkel resmi Toyota Auto2000, Kalimalang, Jakarta Timur.

"Hal ini dikarenakan gas buang yang dihasilkan tidak sempurna terbakar sehingga membuat banyak kerak karbon," tambahnya.


Editor : Dwi Wahyu R.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa