Ganti Air Radiator Tanpa Bleeding Ulang, Ini Efek Negatifnya

Ryan Fasha - Kamis, 9 Juni 2022 | 19:00 WIB
Ilustrasi radiator mobil
Dok. OTOMOTIF
Ilustrasi radiator mobil

GridOto.com - Air radiator atau radiator coolant pada sistem pendingin mesin mobil haru diganti berkala.

Air radiator perlu diganti dan dikuras total karena kemampuannya sudah menurun seiring pemakaian.

Idealnya air radiator diganti setiap 40.000-50.000 Km.

Penggantian air radiator harus dilakukan dengan baik dan benar.

Salah satu yang harus dilakukan adalah proses bleeding.

Ilustrasi water jacket blok mesin
istimewa
Ilustrasi water jacket blok mesin

Baca Juga: Ini yang Terjadi Jika Membiarkan Tabung Reservoir Radiator Kosong

"Bleeding atau biasa kita sebut 'kocok' ini harus dilakukan agar tidak ada angin palsu di sistem pendingin" buka Sen Sen dari bengkel Senja Otomotive. 

"Angin palsu yang terjebak di dalam sistem pendingin merupakan kerugian karena air radiator tidak bisa menyerap panas mesin dengan efektif," tambahnya.

Hal ini dikarenakan angin palsu terjebak di dalam water jacket.


Editor : Dwi Wahyu R.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id




KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa