Pabrik Renault India Berada di Zona Merah Darah, Impor ke Indonesia Sempat Terganggu

Naufal Shafly - Kamis, 1 Oktober 2020 | 19:00 WIB
Ilustrasi Renault Triber RXZ, salah satu lini produk yang dijual di Indonesia.
Rianto/GridOto.com
Ilustrasi Renault Triber RXZ, salah satu lini produk yang dijual di Indonesia.

GridOto.com - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat sejumlah aktivitas impor ataupun ekspor di sektor otomotif terganggu.

Salah satunya dialami oleh PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) yang impor produknya sempat terkendala akibat pandemi.

Seperti yang diketahui, produk Renault yang dipasarkan di Tanah Air didatangkan impor secara utuh (CBU) dari India.

"Impor terdampak, yang jelas India itu total lockdown di April dan Mei. Lockdown itu berdampak pada progress peluncuran beberapa mobil baru yang kami datangkan dari India," ungkap Davy J Tuilan, COO MRI, saat konferensi pers digital, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga: Warga Daerah Terpecil di Prancis Ini Dapat Mobil Listrik Renault ZOE Gratis, Ada Apa Nih?

Davy mengatakan, saat ini pabrik Renault India yang berlokasi di Kota Chennai, merupakan salah satu zona merah karena banyaknya kasus Covid-19 di sana.

Namun, berdasarkan informasi yang didapatkannya, pabrik Renault India tetap beroperasi secara penuh, tanpa ada pengurangan jam kerja.

"Pabrik di Chennai itu masuk dalam zona merah darah Covid-19. Tetapi kebijakan mereka di sana, mereka cenderung fighting untuk situasi ini. Untuk karyawan Renault yang kerja di office, mereka masuk sesuai dengan kapasitas jaga jarak. Sedangkan untuk karyawan pabrik 100 persen masuk," kata Davy.

Bukan tanpa sebab, menurutnya karyawan pabrik Renault terpaksa masuk 100 persen karena permintaan Renault Triber di sana sedang sangat tinggi.

Baca Juga: Alasan Renault Yakin Memasarkan Climber di Tanah Air dengan Transmisi AMT

Meski begitu, Davy menyebut konsumen tidak perlu takut, karena protokol kesehatan di sana sangat terjaga.

"Di pabrik kan seperti yang kita ketahui, pekerjanya adalah kombinasi robot dan manusia.
Jarak antara operator pabrik juga cukup jauh, sekitar 2 sampai 3 meter. Jadi saya yakin sudah aman," tuturnya.

Baca Juga: Lawan Suzuki Ignis, Segini Target Penjualan Renault Kwid dan Climber

Secara garis besar, Davy mengatakan saat ini aktivitas impor Renault Indonesia tergolong aman.

"Impor aman. Kalau gak aman, saya gak mungkin tersenyum hari ini," ucapnya sambil tertawa.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Fendi

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa