Royal Enfield Classic 500 Dari Bekasi Dibikin Gambot Pilih Konsep Oldskul Bobber

Yuka Samudera - Rabu, 5 Agustus 2020 | 13:55 WIB
Royal Enfield Classic 500 piih konsep ala oldskul bobber, gambot! Garapan Spring Legacy Garage.
Yuka Samudera
Royal Enfield Classic 500 piih konsep ala oldskul bobber, gambot! Garapan Spring Legacy Garage.

GridOto.com - Royal Enfield termasuk salah satu pabrikan motor yang kerap mengkombinasi tampilan motor ala vintage dengan teknologi modern.

Salah satu varian yang cukup diterima pasar Indosia ialah Royal Enfield Classic 500. 

Meski tampang orisinilnya saja sudah ganteng, namun bagi Reka Aditya hal itu dirasa belum cukup hingga ia kepincut merombak tongkrongan Royal Enfield Classic 500 miliknya.

Royal Enfield Classic 500 piih konsep ala oldskul bobber, gambot
Yuka Samudera
Royal Enfield Classic 500 piih konsep ala oldskul bobber, gambot

Konsep yang dipilih untuk rombakan Royal Enfield Classic 500 ialah ala oldskul bobber yang sukses bikin motor ini terlihat semakin gambot.

"Saya memang menyukai motor ini dari bentuk dan mesinnya, namun saya rasa masih kurang ganteng gitu. Yaudah saya putuskan untuk mempercayakan motor saya ke mas Aska dari Spring Legacy untuk dirombak biar makin kalcer hehe," tukas Reka, pemilik motor ini.

Royal Enfield Classic 500dengan konsep oldskul bobber, garapan Spring Legacy Garage.
Yuka Samudera
Royal Enfield Classic 500dengan konsep oldskul bobber, garapan Spring Legacy Garage.

Makanya Aska dari Spring Legacy Garage pun langsung merombak motor ini ketika Reka membawanya ke workshop.

Konsep yang digunakan Aska sebagai builder pun juga unik, mengambil konsep ala oldskul bobber. Dengan ciri khas seat height yang low alias 'ceper' dipadu kaki-kaki besar nan gambot, namun tetap tidak meninggalkan kesan vintagenya.

Konsep yang dipilih di Royal Enfield Classic 500 ini adalah oldskul bobber, motor terlihat low alias ceper namun gambot.
Yuka Samudera
Konsep yang dipilih di Royal Enfield Classic 500 ini adalah oldskul bobber, motor terlihat low alias ceper namun gambot.

"Karena meski sudah diproduksi di India, namun identitas sebagai motor Inggris yang vintage masih melekat banget. Dan bentuk motornya tuh sebenarnya menurut saya cocok kalau dibuat bobber, yaudah akhirnya kita coba gabung dua konsep antara vintage dan bobber. Jadilah oldskul bobber," terang Aska, punggawa Spring Legacy Garage.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa