Blak-blakan Stevanus: Ini yang Harus Dipertimbangkan Jika Mau Bangun Charging Station Kendaraan Listrik

Wisnu Andebar - Senin, 21 Oktober 2019 | 21:45 WIB
Stevanus, Direktur PT Hitech Solution Power System
Wisnu/GridOto.com
Stevanus, Direktur PT Hitech Solution Power System

GridOto.com - Era kendaraan listrik menemui babak baru, setelah Peraturan Presiden (Perpres) ditandatangi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

Para Agen Pemegang Merek (APM) berlomba menyiapkan kendaraan listriknya.

Beberapa perusahaan lainnya juga sudah menyiapkan fasilitas pengisian daya atau charging station untuk kendaraan listrik.

Salah satunya adalah perusahaan asal Spanyol, yakni PT Hitech Solution Power System.

(Baca Juga: Blak-blakan Stevanus: Mau Bangun Charging Station Mobil Listrik? Segini Modalnya)

Perusahaan ini terbuka untuk pengusaha yang mau berbisnis di era elektrifikasi dengan membangun charging station.

Namun, sebelum membangun fasilitas pengisian daya tersebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

"Mungkin nanti yang harus dipertimbangkan adalah lahan untuk antrian," ujar Stevanus, Direktur PT Hitech Solution Power System kepada GridOto.com.

Ia melanjutkan, charging station yang disuplai ada dua tipe, di antaranya dengan sistem fast charging dan yang slow charging.

(Baca Juga: Blak-blakan Stevanus: Transaksi Isi Daya Kendaraan Listrik Cukup Lewat Smartphone)

"Kalau yang fast charging, pengisian baterai dari nol hingga 80 persen itu butuh waktu 30 menit," kata Stevanus.

Nah, kalau hanya memiliki dua charger, jika antrian cukup banyak mungkin tempat parkir kendaraan harus dipertimbangkan.

"Apalagi kalau yang slow charging, mungkin harus lebih luas lagi," ungkapnya.

Dalam bayangannya ke depan, charging station tidak hanya menjual daya listrik, tapi menjual produk lain seperti adanya cafe dan lainnya.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X