Lesunya Penjualan Otomotif China Sejalan dengan Penjualan Mobil Listrik di September 2019

Gayuh Satriyo Wibowo - Jumat, 18 Oktober 2019 | 07:00 WIB
Ilustrasi mobil listrik Hyundai Kona electric
Otomotif.kompas.com
Ilustrasi mobil listrik Hyundai Kona electric

GridOto.com - Semakin panasnya perang dagang antara China dengan Amerika Serikat memberikan berbagai dampak.

Salah satunya dari sudut penjualan produk industri otomotif di negeri Tirai Bambu tersebut.

Diketahui pada September 2019 ini penjualan kendaraan bermotor di China turun hingga 6,3 persen dibanding tahun lalu.

Hal itu juga terjadi pada penjualan mobil listrik yang ramah lingkungan di sana.

(Baca Juga: Rapor Penjualan Kendaraan Bermotor Cina Dalam 9 Bulan Turun Drastis)

Dilansir dari Driven.co.nz, angka penjualan mobil listrik harus terguling hingga turun 34,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

Lantaran menurunnya demand (permintaan) akibat perang dagang, yang berpengaruh terhadap tarif dan semakin menurunnya pertumbuhan ekonomi mereka.

Supercharger Tesla
newspress.co.uk
Supercharger Tesla

Tren negatif penjualan kendaraan listrik ini sejatinya sudah terjadi sejak Juni 2018 lalu.

Pasalnya, pemerintah China telah memotong subsidi yang mereka berikan untuk kendaraan listrik.

(Baca Juga: Diaku Sebagai Motor Bikinan Lokal, Motor Listrik Tunggangan Ridwan Kamil Mirip Produk Cina Ini )

Imbasnya baik pajak serta biaya tambahan harus dibebankan kepada buyer atau pembeli.

Hal itu yang membuat harga kendaraan listrik di Cina semakin tinggi dan daya beli masyarakat untuk mobil listrik semakin anjlok.

Editor : Muhammad Ermiel Zulfikar
Sumber : driven.co.nz

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X