INGUB Pembatasan Usia Kendaraan, TYCI: Akan Terjadi Kesenjangan Sosial

Muhammad Mavellyno Vedhitya - Sabtu, 17 Agustus 2019 | 21:08 WIB
Meskipun macet tetap marak, Jakarta sudah banyak berubah sejak tahun 1970-an saat foto ini diambil.
Meskipun macet tetap marak, Jakarta sudah banyak berubah sejak tahun 1970-an saat foto ini diambil.

GridOto.com - Instruksi Gubernur (INGUB) DKI Jakarta soal pembatasan usia kendaraan 10 tahun di Jakarta menjadi polemik di kalangan komunitas otomotif.

Pembatasan ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota Jakarta.

Selain itu, tentu dengan berkurangnya jumlah kendaraan akan mengurangi polusi udara di Jakarta.

Tapi sayangnya, pembelian kendaraan baru di Jakarta tiap tahun makin meningkat.

(Baca Juga: Ratusan Pengguna Mobil Tua Berkumpul Tolak INGUB Pembatasan Usia Kendaraan)

"Di satu sisi bagus untuk mengurangi kemacetan, industri otomotif kita juga kan tiap tahun produksi terus dan lahan jalan kita terbatas," ujar Irwan Prasojo selaku Ketua Umum Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI), Sabtu (17/8/2019).

Selain itu, Irwan menjelaskan kalau minusnya adalah bisa terjadi kesenjangan sosial di masyarakat Jakarta.

Di mana pada saat kelas sosial atas akan beli mobil yang baru jika kepemilikan usia kendaraan dibatasi 10 tahun.

Kemudian masyarakat kelas bawah yang belum mampu dan hanya dapat membeli mobil second akan kelihatan dampaknya.

(Baca Juga: Wacana Pembatasan Usia Kendaraan, Innova Community: Batasi Produksi dan Kepemilikan Mobil Baru di Jakarta)

"Untuk mengurangi kemacetan bagus, tapi kayaknya ada jalan lain ya yang lebih bagus menurut saya," katanya.
 
Irwan menegaskan jika lahan sudah habis, solusinya adalah bikin jalan di udara, maksudnya kayak jalan layang.
 
"Di beberapa negara sudah underpass dan jalan layang, coba transportasi publiknya yang dibagusin dulu," tutupnya.
Editor : Fendi

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X