Ini Pendapat Pengamat Transportasi saat Soroti Pembatasaan Usia Kendaraan

M. Adam Samudra - Senin, 5 Agustus 2019 | 20:31 WIB
ilustrasi macet
autoevolution
ilustrasi macet

GridOto.com - Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 66/2019 yang isinya ingin 'menyingkirkan' kendaraan pribadi berusia 10 tahun dari Ibu Kota ditanggapi Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Djoko Setijowarno.

"Sebenarnya kita apresiasi adanya pembatasan ini. Artinya ada upaya untuk melakukan tindakan pengurangan polusi udara," kata Djoko kepada GridOto.com di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Namun Ia meminta agar kebijakan tersebut harus bisa satu kali mencakup keseluruhan.

"Jadi bukan bicara polusi tapi juga bisa mengatasi kemacetan dan mengatasi penghematan BBM. Minimal polusi udara bisa rendah dan tidak macet," tuturnya.

(Baca Juga: Adakah Hubungan Pembatasan Usia Kendaraan di Jakarta dengan Penjualan Mobil Bekas? Ini Kata Carsome)

Pembatasan tersebut punya tujuan mengurangi polusi udara.

Bahkan poinnya, ada upaya memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi mulai tahun 2019.

Serta memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 tahun yang dapat beroperasi di wilayah DKI Jakarta pada 2025.

(Baca Juga: Ramai Pembatasan Usia Kendaraan, Komunitas INVERNITY: Harus Ada Jam Operasionalnya)

Selain bisa menekan polusi udara, hal ini akan memberikan dampak positif juga untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa