Anak Ketua MA Tewas di Afrika, Faktor Ini Yang Kerap Diabaikan!

M. Adam Samudra - Kamis, 20 Juni 2019 | 18:25 WIB
Mohamad Irfan Hatta Ali, putra Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Hatta Ali
Istimewa
Mohamad Irfan Hatta Ali, putra Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Hatta Ali

GridOto.com - Seorang putra Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Hatta Ali, Mohamad Irfan Hatta Ali meninggal dunia di Namibia, Afrika.

Diketahui, Mohammad Irfan Hatta Ali tewas kecelakaan, saat Mohamad Irfan Hatta Ali touring moge di Afrika.

Touring dijadwalkan dari 11 Juni hingga 29 Juni 2019 dengan membelah Afrika dari Cape Town hingga Zambia.

Namun Irfan, yang menaiki BMW GS1200, mengalami kecelakaan tunggal di Namibia hingga meninggal dunia.

(Baca Juga: Mitsubishi Xpander Gepeng hingga Bus Ambyar Berantakan, Ini Video Evakuasi Pascakecelakaan Maut Tol Cipali)

Irfan merupakan anak pertama dari dua bersaudara di keluarga Hatta Ali. 

Irfan sendiri bekerja sebagai pengusaha dan wiraswasta.

Menanggapi kejadian tersebut membuat
Direktur Keselamatan Berlalu Lintas Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Ipung Purnomo angkat bicara.

Ia menilai, musibah yang menimpa Irfan ini diluar perkiraan dan dugaan.

(MaBaca Juga: Mohamad Irfan Anak Ketua MA, Hatta Ali, Tewas Saat Turing di Afrika)

"Jadi kita juga tidak bisa memprediksi konidisi jalan. Apalagi mereka itu belum familar sehingga baru pertama kali. Seperti jalur-jalur tanah atau jalur pasir kalau kita tidak bisa antisipasi mungkin kita akan jatuh," kata Kombes Pol Ipung kepada GridOto.com, Kamis (20/6/2019).

Apalagi lanjut dia, daerah tersebut adalah kota kecil yang dimana jauh dari pemukiman seperti rumah sakit dan kantor Polisi.

Ia menghimbau, jika belum pernah menguasai jalur saat ke Negara lain, disarankan lebih baik pelan-pelan dan lebih berhati-hati lagi.

"Biasanya kalau saya turing dan belum melewati daerah yang belum saya lewati biasanya saya waspada dan tidak berani memacu kendaraan dengan cepat karena belum familiar," tuturnya.

(Baca Juga: Cegah Kecelakaan Libur Lebaran Makin Tinggi, Ditlantas Polda Riau Beri 10 Tips Berkendara)

Ia mencontohkan, misalnya di Bromo, disana itukan ada lautan pasir sehingga kalau orang tidak terbiasa lewat jalur itu pasti juga akan jatuh terus, apalagi kalau naik motor besar. 

"Berbeda dengan motor kecil handlingnya lebih mudah, tapi kalau besar minimal dia membawa beban yang lebih berat," kata Ipung.

"Otomatis itu akan menambah kesulitan apabila dia berjalan di pasir. Karena kalau terlalu berat motor itu pasti akan ambles di pasir," bebernya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Hendra

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa