Ini Daftar Ubahan D-Tracker 150 Sebelum Bisa Jadi Ambulans Motor

Muhammad Rizqi Pradana - Minggu, 16 Juni 2019 | 19:19 WIB
Buritan ambulans motor D-Tracker 150 tampak disesaki rotator, sidebox, dan bracket bagasi.
GridOto/Pradana
Buritan ambulans motor D-Tracker 150 tampak disesaki rotator, sidebox, dan bracket bagasi.

GridOto.com – Karena memang dasarnya adalah motor trail yang dikasih ban aspal, Kawasaki D-Tracker 150 standaran juga sudah enak diajak bermanuver.

Kelincahan adalah salah satu alasan kenapa motor supermoto milik Kawasaki tersebut  dipilih sebagai kendaraan Unit Reaksi Cepat (URC) oleh Dinas Kesehatan Jakarta.

Tapi, sebelum bisa dipakai berbakti menyelamatkan nyawa di jalanan, D-Tracker 150 yang terpilih itu harus menjalani beberapa ubahan.

Tentu saja tujuannya agar motor tadi bisa mengemban tugas sebagai ambulans motor dengan lebih efektif.

Kokpit Kawasaki D-Tracker 150 yang sudah menjadi ambulans motor
GridOto/Pradana
Kokpit Kawasaki D-Tracker 150 yang sudah menjadi ambulans motor

(Baca Juga: Keren Nih! Satuan Ambulans Motor Pembesut Kawasaki D-Tracker 150)

“Pertama ada dipasang lightbar bagian depan motor, sirine di kiri, ditambah rotator di bagian belakang,” kata Sirombudi anggota URC Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Penambahan perangkat yang membutuhkan daya listrik seperti itu biasanya dikeluhkan bikin aki motor cepat terkuras.

Tapi sistem kelistrikan yang sudah diubah membuat hal tersebut tidak berlaku untuk Kawasaki D-Tracker 150 yang tergabung sebagai ambulans motor URC.

“Kalau mesin gak nyala, sirine, rotator, segala macem gak akan nyala, soalnya ngambil dayanya langsung dari alternator,” jelas Sirombudi.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X