Korban Bensin Tercampur Solar Minta Ganti Rugi, Ini Jawaban Pihak SPBU Gunung Kidul

Niko Fiandri - Sabtu, 13 Januari 2018 | 06:20 WIB
Seorang petugas SPBU Gading, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Membantu warga menguras Tangki yang berisi Solar(Kompas.com/Markus Yuwono)
Kompas.com
Seorang petugas SPBU Gading, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Membantu warga menguras Tangki yang berisi Solar(Kompas.com/Markus Yuwono)

GridOto.com - Kemarin (11/2/2017) puluhan pemilik kendaraan warga Gununkidul, Jogja jadi korban setelah mengisi bensin yang tercampur solar.

Kendaraan milik warga rusak efek dari tercampurnya bensin dengan solar.

Mereka mengisi bensin di SPBU 44.55809 Gading, Playen, Gunungkidul.

PT Pertamina (Persero) telah melakukan penanganan sebagai tindak lanjut atas dugaan Premium tercampur Biosolar di SPBU 44.558.09 Kabupaten Gunung Kidul.

(BACA JUGA: Pesan Premium Diisinya Solar, Hasilnya Kendaraan Warga Pada Rusak)

Kendaraan bermotor yang telah melaporkan dugaan tersebut, saat ini telah ditangani oleh pihak SPBU untuk diperiksakan kondisi mesin kendaraannya pasca mengisi premium yang diduga tercampur biosolar.

Pihak SPBU akan membantu biaya perbaikan kendaraan bila diperlukan.

Saat ini sampel produk yang diduga tercampur biosolar masih di teliti di laboratorium untuk investigasi lebih lanjut.

Tim Pertamina memeriksa kondisi sampel produk dan tangki di SPBU tersebut serta langsung menindaklanjuti kendaraan konsumen yang melaporkan dugaan tersebut.

“Saat kejadian tersebut petugas SPBU segera menghentikan pengisian BBM dari nozzle tersebut,” ujar Muslim Dharmawan Pjs Unit Manager Communications & CSR MOR IV, dalam keterangan tertulis, Jumat (12/1/2018).

Muslim menjelaskan, sebelum mobil tangki melakukan pembongkaran BBM Premium dan Biosolar pada pukul 16.00 WIB.

Premium dan Biosolar tersebut telah diambil sampel sesuai prosedur pengisian dan hasil sampling saat pemeriksaan menunjukkan bahwa kualitas kedua produk tersebut baik.

“Saat ini SPBU tetap melakukan penjualan BBM jenis lainnya dengan normal. Sementara untuk tangki produk premium masih belum dioperasikan karena menunggu hasil investigasi tim di lapangan," tambah Muslim.

Keluhan salah satu konsumen itu disampaikan di group Facebook Info Cegatan Gunungkidul (ICG).

Di grup media sosial itu terdapat beberapa postingan tentang kendaraan yang salah mengisi bahan bakar.

Salah satunya, akun Taqiyuddin Subayu yang mengaku membeli premium Rp 50.000, namun beberapa saat kemudian motornya rusak.

"Tuku premium 50.000 neng pom Bensin gading, bar kui motorku nek di gas mati.. Karo ngebul rodho curiga Karo ambune.. Golek bengkel Lagi nemu.. Jebule is I kleru solar ki njuk piye luur... Pow lali yow. (Beli Premium Rp 50.000 di SPBU Gading, setelah itu sepeda motor saya setiap di gas mati dan keluar asap. Saya curiga dengan baunya. Setelah sampai bengkel ternyata isinya solar)," tulisnya.

Artikel sudah ditayangkan Tribunnews.com dengan judul Pertamina Tangani Dugaan Premium Tercampur Biosolar di SPBU Kabupaten Gunung Kidul

Editor : Niko Fiandri
Sumber : Tribunnews.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X