Muncul Usulan Tarif Langganan TransJakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Diklaim Hemat 20 Persen

Ferdian - Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:30 WIB

Armada bus TransJakarta

GridOto.com - Baru-baru ini muncul usulan terkait skema tarif langganan TransJakarta per bulan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

Rencana tarif Rp 200 ribu per bulan ini bisa jadi pilihat alternatif  bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum setiap hari.

Ketua DTKJ periode 2026-2029 Sugihardjo mengatakan, usulan tersebut ditujukan terutama bagi pekerja yang rutin menggunakan TransJakarta untuk perjalanan pergi dan pulang kerja.

"Nah kita mendorong tarif langganan. Kan di luar negeri banyak tuh langganan,” kata Sugihardjo usai dilantik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Usulan tarif langganan itu disampaikan bersamaan dengan rencana penyederhanaan tarif transportasi umum di Jakarta, termasuk usulan tarif tunggal TransJakarta sebesar Rp 5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, dan Mikrotrans yang terintegrasi.

Diklaim Sugihardjo, tarif langganan Rp 200.000 per bulan akan memberikan penghematan bagi pengguna dibandingkan membayar tarif reguler setiap hari.

Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi pekerja menggunakan transportasi umum untuk perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam sebulan.

Baca Juga: Tarif TransJakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000, DTKJ Klaim Justru Lebih Murah

Dengan tarif reguler Rp 5.000 per perjalanan, biaya yang harus dikeluarkan pengguna mencapai Rp 10.000 per hari atau sekitar Rp 250.000 per bulan.

"Jadi kalau orang yang bekerja kan kita hitungannya sehari sebulan kan 25 hari kerja kan. Nah itu kan tarifnya mestinya kalau Rp 5.000 berangkat, Rp 5.000 pulang, udah Rp 10.000. Kan jadi kali 25 berapa? Rp 250.000," kata Sugihardjo menukil Kompas.com.

Dari angka tersebut, DTKJ mengusulkan pemberian diskon 20 persen bagi pengguna yang memilih paket berlangganan.

"Karena langganan kita mengusulkan diskon 20 persen jadi tarifnya hanya Rp 200.000," ujarnya.

Meski begitu, Sugihardjo mengatakan usulan tarif langganan masih akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah, operator transportasi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Salah satu masukan yang diterima DTKJ adalah kebutuhan paket langganan dengan durasi yang lebih singkat, sehingga tidak hanya mengakomodasi pekerja yang bepergian setiap hari.

Menurutnya, paket mingguan maupun dua mingguan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak menggunakan transportasi umum secara rutin atau bagi wisatawan yang berkunjung ke Jakarta.

"Saya bilang kalau untuk bulanan memang standarnya 25 hari, tapi bagi mereka yang enggak sampai segitu dari masukan itu dan barangkali ada wisatawan kita mengenalkan juga tarif nanti yang kita usulkan untuk langganannya seminggu atau dua minggu supaya lebih murah," kata Sugihardjo.

YANG LAINNYA