GridOto.com – Helm yang dipakai pembalap di ajang MotoGP ternyata memiliki perbedaan sangat signifikan dibanding helm balap biasa apalagi helm yang dipakai harian.
Perbedaannya bukan hanya soal desain atau material, tetapi juga dirancang khusus untuk menghadapi risiko kecelakaan yang jauh lebih ekstrem.
Direktur Marketing NHK Indonesia, Johannes Cokrodiharjo, menjelaskan helm MotoGP dibuat untuk memenuhi kebutuhan balap dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga seluruh aspek pengembangannya berorientasi pada keselamatan dan performa.
"Kalau untuk helm MotoGP itu kan helm dengan kebutuhan khusus. Dengan tingkat kecelakaan yang fatal atau hebat," ujar Johannes saat ditemui di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, tantangan terbesar dalam balap MotoGP adalah kecepatan motor yang bisa menembus lebih dari 300 km/jam.
Karena itu, helm harus tetap stabil sekaligus mampu melindungi kepala pembalap ketika terjadi kecelakaan pada kecepatan tinggi.
"Helm MotoGP harus bisa dipakai di kecepatan 100 km/jam, 200 km/jam, 300 km/jam, bahkan sampai 370 km/jam. Jadi kekuatannya, bentuk, shape, semua itu harus diutamakan dari segi aerodinamis," jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan helm MotoGP tidak hanya berfokus pada bentuk yang memiliki aerodinamika tinggi, tetapi juga pada kemampuan helm tetap memberikan perlindungan maksimal saat terjadi benturan keras.
Menurutnya, helm untuk dipakai di ajang balap sekelas MotoGP harus kemampuan menyerap energi benturan (energy absorption).
Baca Juga: NHK Luncurkan Helm Full Face Rp 700 Ribuan, Intip Keunggulannya
Kemampuan menyerap energi benturan tersebut menjadi sangat penting karena helm balap profesional memang dirancang untuk menghadapi kecelakaan dengan energi benturan yang jauh lebih besar dibanding penggunaan biasa.
Karena itulah, kemampuan menyerap energi benturan pada helm MotoGP dibuat jauh lebih tinggi dibanding helm yang dipakai untuk fun race.
Standar tersebut juga dibuktikan melalui sertifikasi khusus yang digunakan pada helm balap dunia.
"Itu dibuktikan dengan sertifikasi FIM1 atau FIM2," kata Johannes.
Tak hanya karakteristik desain dan sertifikasi, material yang digunakan pun berbeda total.
Johannes menyebut seluruh komponen helm MotoGP menggunakan material khusus yang tidak bisa disamakan dengan helm untuk penggunaan umum.
"Beda jauh. Kemampuan materialnya bagaikan bumi dan langit," tegasnya.
Bahkan ketika ditanya apakah masih ada komponen yang sama antara helm MotoGP dan helm harian, Johannes memastikan hampir tidak ada kesamaan.
"Semuanya (beda). Enggak ada yang common part," pungkasnya.
Baca Juga: Anak Bangsa Terbukti Cerdas, Mahasiswa ITB Kembangkan Helm Canggih Bisa Deteksi Microsleep
Sebagai informasi, helm NHK sebelumnya pernah digunakan oleh Karel Abraham di ajang MotoGP musim 2018.
Selain itu, di kelas Moto2 juga ada dua pembalap yang pernah memakai helm NHK yakni Remy Gardner (2021), dan Jules Danilo (2018).